Anggota DPRD Minta Maaf-Damai, Pimpinan Rumah Tahfiz Cabut Laporan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 19:22 WIB
Proses perdamaian anggota DPRD Pangkep di Kantor Lurah Masale, Panakkukang
Proses damai di Kantor Lurah Masale, Panakkukang (dok. detikcom)
Makassar -

Kasus anggota DPRD Pangkep, Amiruddin, mengancam dengan parang kepada santri di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir damai. Hal ini terjadi karena Amiruddin telah meminta maaf dan pimpinan Rumah Tahfiz Nurul Jihad, Abdul Wasid, selaku pelapor mencabut laporan polisi.

"Alhamdulillah Pak Ustaz (pelapor) sendiri sudah mencabut laporannya," ucap Kapolsek Panakkukang AKP Andi Ali Surya kepada detikcom, Rabu (28/7/2021).

AKP Andi mengatakan pihak kepolisian memang mengupayakan restorative justice kepada kedua belah pihak. Hasilnya, mereka sepakat bertemu di Polsek Panakkukang pada akhir pekan lalu.

"Intinya Kapolsek, ustaz, dan alhamdulillah (terlapor) juga tabayun, alhamdulillah sesuai dengan keikhlasan hati kedua belah pihak (saling memaafkan dan berdamai)," ungkap AKP Andi.

AKP Andi mengatakan para pihak sepakat tak segera mengumumkan perdamaian itu. Sebab, Amiruddin selaku terlapor juga akan meminta maaf kepada warga.

Kemudian pada hari ini, Amiruddin datang dari Pangkep ke kantor Kelurahan Masale, Panakkukang, untuk meminta maaf kepada santri dan warga sekitar.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apa yang dilakukan atau apa yang diperbuat kami bersama keluarga kami," ucap Amiruddin di hadapan para santri di kantor Kelurahan Masale, Panakkukang, Kota Makassar.

Sementara itu, Abdul Wasid turut membenarkan adanya perdamaian di kantor polisi. Dia juga menyebut telah mencabut laporan.

"Kalau tidak salah malam minggu kami memang dipanggil ke polsek dan sepakat ada perdamaian," kata Abdul Wasid dalam wawancara terpisah.

Tonton Video: Tembok Rumah Tahfiz di Sulsel Dibongkar, Camat: Masuk ke Dalam Fasum

[Gambas:Video 20detik]



Pihak Rumah Tahfiz Nurul Jihad sebelumnya berharap polisi memproses kasus anggota DPRD Pangkep, Amiruddin, diduga mengancam santri memakai parang. Kedua belah pihak sempat dimediasi kepolisian setempat.

"Cuma Bapak Haji Faisal selaku pemilik rumah tahfiz keberatan atas perdamaian ini, beliau tetap mau memperpanjang laporan ini supaya ada efek jera terhadap anggota dewan itu," kata pemimpin Rumah Tahfiz Nurul Jihad, Abdul Wasid, saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/7).

(hmw/rfs)