Anggota DPRD Penembok Rumah Tahfiz Bantah Ancam Santri Pakai Parang

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 08:01 WIB
Anggota DPRD Pangkep, Amiruddin (Ibnu Munsir/detikcom)
Anggota DPRD Pangkep, Amiruddin (Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD Pangkep Amiruddin, yang menembok akses rumah tahfiz, dipolisikan pimpinan Rumah Tahfiz Nurul Jihad, Abdul Wasid, karena mengancam santri menggunakan parang. Amiruddin membantah disebut mengancam santri menggunakan parang.

"Itu ada parang saya pegang karena kebetulan kerja bakti di muka rumah. Bukan itu yang mau saya pakai di situ, sementara saya kerja bakti ada begitu," kata Amiruddin kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Amiruddin mengakui memang ada parang saat berjumpa dengan santri. Namun, parang itu digunakan Amiruddin untuk memotong pohong mangga di depan rumah dan bukan untuk mengancam santri.

"Saya tidak mengancam, terus terang memang ada parang yang saya bawa tapi bukan tujuan begitu (mengancam), karena itu hari saya kerja bakti memangkas-mangkas ranting (pohon) mangga dengan rumput-rumput yang di muka rumah," ujar Amiruddin.

"Tidak pernah saya mengancam, tidak pernah, hanya kebetulan saya pegang parang habis kerja bakti dan memangkas itu ranting-ranting (pohon) mangga di muka rumah," tegasnya.

Lantas bagaimana dengan namanya dilaporkan ke polisi karena disebut mengancam santri dengan parang? Amiruddin mengklaim sudah menemui pembimbing santri untuk mediasi bersama pihak kepolisian.

"Barusan saya bicara dengan bimasnya ini, ya sementara dia temui itu pembimbing hafiz, itu mediasi bersama saya sebentar," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan video 'Pengakuan Anggota DPRD Tembok Rumah Tahfiz Al-Qur'an di Makassar':

[Gambas:Video 20detik]