Tak Punya Izin, Warkop Pasutri Korban Pemukulan Satpol PP Gowa Ditutup

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 16:15 WIB
Gowa -

Pasangan suami-istri (pasutri) korban pemukulan Satpol PP Gowa, Ivan (24) dan Amriana (34), kini menutup warung kopi (warkop) milik mereka. Sebabnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyatakan warkop itu tidak memiliki izin.

"Nggak jalan mi (sudah tidak beroperasi lagi)," ucap Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Gowa, Arifuddin Saeni, Rabu (28/7/2021).

Tim dari Pemkab Gowa sudah tiga kali mendatangi langsung warkop bernama 'Cafe Ivan Riyana' itu di Jalan Poros Barombong, Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Dipastikan, warkop itu sudah ditutup setelah diketahui tidak memiliki izin usaha.

"Kita sudah sudah dua kali ke sana ini, hari Senin ke sana, terus Selasa malam ke sana lagi, terus ini hari kita ke sana lagi, sudah tutup," ungkap Saeni.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Gowa mengungkapkan warkop milik pasutri Ivan (24) dan Amriana (34) menyerobot lahan fasilitas sosial (fasos) yang merupakan Tugu Pahlawan. Warkop itu juga tidak memiliki izin.

"Itu memang warkopnya tidak ada izin, nggak ada izin. Yang kedua, berada di atas lahan fasos. Itu kan di situ Tugu Pahlawan, nggak ada izinnya itu memang," ujar Arifuddin, Selasa (27/7).

Arifuddin mengungkapkan Pemkab Gowa mengetahui warkop milik Ivan dan Amriana itu tidak memiliki izin setelah adanya insiden pemukulan yang dilakukan Mardani.

"Waktu Pak Mardani (masih menjabat Satpol PP) dicek, nggak ada izinnya memang. Jadi area tugu itu dia pakai," tuturnya.

Jawaban Pasutri Korban Satpol PP Gowa

Sementara itu, saat dimintai tanggapan terkait warkop miliknya berdiri di atas fasos, Ivan mengaku tidak tahu banyak soal lahan warkop. Sebab, warkop itu bersambungan dengan rumah milik orang tua istrinya.

"Nggak tahu mi itu (warkop berdiri di atas fasos)," kata Ivan.

Tapi Ivan menegaskan pihaknya tidak mungkin mendirikan warkop di lahan yang dipermasalahkan Pemkab Gowa jika tidak ada teguran.

"Tapi kan tidak mungkin kita bangun di situ kalau memang tidak ada teguran. Sampai sekarang tidak teguran, baru ini ada teguran," ujar Ivan.

(hmw/nvl)