Udara di Jakarta Terasa Lebih Panas, BMKG Ungkap Penyebabnya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 14:06 WIB
Suhu panas dan terik di Jakarta terhitung tembus 35 derajat celcius. Hal itu disebabkan posisi matahari dan minimnya awan.
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Suhu udara di Jakarta dan sekitarnya hari ini terasa lebih panas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena itu dipicu kondisi awan di wilayah Jabodetabek sangat rendah pada siang ini.

"Berdasarkan data pengamatan BMKG, suhu maksimum di wilayah Jakarta mencapai 33-35 derajat C dengan suhu hingga 35 derajat Celsius di sekitar wilayah Ciputat. Kondisi tersebut dipicu pada siang hari kondisi tingkat per-awan-an di wilayah Jabodetabek sangat rendah sehingga pada siang hari suhu udara terasa lebih terik karena sinar matahari tidak terhalang awan," kata Deputi Bidan Meteorologi BMKG Guswanto kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Guswanto mengatakan wilayah Jakarta dan sekitarnya berada pada posisi menuju puncak kemarau. Khusus hari ini, Guswanto memaparkan bahwa kelembapan udara di Jabodetabek cukup rendah sehingga tingkat pertumbuhan awan relatif rendah.

"Saat ini di wilayah Jabodetabek umumnya masih berada pada posisi menuju puncak musim kemarau, dan dari dinamika atmosfer skala lokal dan sinoptik juga tidak ada yang signifikan berkontribusi pada pembentukan awan hujan. Dan untuk hari ini kelembapan 850 juga cukup rendah, sehingga tingkat pertumbuhan awan relatif rendah," jelasnya.

Lebih lanjut Guswanto juga memaparkan udara di Pulau Jawa dan Bali cerah pada hari ini. Hal yang sama juga terjadi di Nusa Tenggara.

"Perhatikan kondisi per-awan-an di Jawa, Bali, Nusa Tenggara sepertinya clear atau cerah cuacanya," katanya.

Selain itu, Guswanto juga menjelaskan prakiraan musim BMKG tahun 2021. Puncak musim kemarau pada tahun ini, kata Guswanto, diperkirakan akan terjadi di bulan Agustus dan September.

"Menurut prakiraan musim BMKG, puncak musim kemarau tahun 2021 diprakirakan akan terjadi di bulan Agustus dan September," katanya.

Lihat juga video 'Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/imk)