Limbah Medis COVID-19 18 Ribu Ton, Jokowi Minta Hancurkan!

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 13:09 WIB

Arahan Jokowi

Presiden Jokowi menyampaikan arahan lewat rapat terbatas soal limbah B3 medis terkait COVID-19. Dia ingin limbah itu diproses hingga tidak membahayakan.

"Jadi arahan Bapak Presiden tadi supaya semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis untuk menghancurkan limbah medis, yang infeksius harus kita selesaikan," kata Siti Nurbaya.

Dibanding perkiraan hasil limbah medis COVID-19 per hari sebanyak 383 ton, kapasitas pengelolaan limbah B3 medis angkanya adalah 493 ton per hari. Masalahnya, fasilitas pengelolaan limbah B3 medis terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Untuk menghancurkan limbah medis, perlu fasilitas pengolahan yang mencukupi. Insinerator yang belum berizin yang dimiliki fasilitas pelayanan kesehatan kini boleh digunakan dengan relaksasi perizinan dari KLHK, asalkan syarat dipenuhi, yakni dioperasikan 800 derajat Celsius dan pengoperasian diawasi Kementerian LHK. Itu semua demi pemusnahan limbah medis yang efektif.

Ada pula Rp 1,3 triliun dana yang diproyeksikan untuk mengolah limbah. Dan itu bisa digunakan untuk membuat sarana-sarana, termasuk insinerator.

"Arahan Bapak Presiden akan diintensifkan lagi, yaitu kita akan bangun apakan insinerator atau shredder, itu untuk segera direalisasikan dan segera diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk dilaksanakan," kata Siti.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar pemerintah daerah memperhatikan limbah medis. Siti Nurbaya selaku Menteri LHK juga telah menyampaikan kepada pemerintah daerah sejak Maret lalu.

"Kita menegaskan bahwa limbah medis COVID-19 tidak boleh dibuang ke TPA (pempat pembuangan akhir) sampah. Kalau dibuang ke TPA, bisa kena sanksi. Kami minta pemerintah daerah berhati-hati," kata Siti.


(dnu/imk)