Kementerian ESDM Gelar Donor Darah dan Plasma Konvalesen

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 09:38 WIB
Donor konvalesen
Foto: dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Sekjen Kementerian ESDM) melaksanakan kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen di lingkungan Kementerian ESDM. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan dari kegiatan donor tersebut terkumpul 16 kantong darah plasma konvalesen dan 42 kantong darah biasa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para dokter di klinik Kementerian ESDM atas upaya ini, karena donor darah terutama donor plasma ini memberikan manfaat yang besar bagi yang membutuhkannya dan juga kepada kita. Kegiatan ini benar-benar merupakan upaya pribadi masing-masing, saya mendorong semua pihak dan para insan Kementerian ESDM untuk secara teratur melakukan donor darah yang informasinya akan memberikan kesehatan yang lebih baik bagi kita para pendonornya," ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Sementara itu, Penanggung jawab kegiatan, dr. Reni Fibriana menambahkan kegiatan donor darah rutin digelar setiap tiga bulan, namun kegiatan kali ini lebih spesial karena bersamaan dengan pelaksanaan donor plasma konvalesen.

"Kegiatan donor darah kali ini ada yang baru, karena bersamaan kegiatan rutin donor darah tiga bulanan Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, kita juga melakukan kegiatan donor plasma konvalesen perdana dari penyintas COVID-19 keluarga besar Kementerian ESDM," terangnya.

Lebih lanjut Reni menjelaskan, plasma konvalesen merupakan cairan dari darah yang disebut sebagai plasma yang mengandung beberapa komponen, salah satunya adalah antibodi COVID-19 dari para penyintas. Menurutnya plasma ini dapat membantu menaikkan antibodi penderita COVID, sehingga akan lebih cepat pulih dan sehat kembali.

"Tidak semua penyintas COVID dapat menjadi pendonor plasma, karena harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan PMI, salah satunya adalah sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19, minimal 14 hari hingga 3 bulan sejak dinyatakan selesai isolasi," tandasnya.

Di sisi lain, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Chrisnawan Anditya berharap donor plasma konvalesen akan dapat membantu pasien COVID yang memerlukan terapi ini di rumah sakit, mengingat saat ini stok plasma ini sangat sedikit. Oleh karena itu ia mendorong agar para penyintas COVID dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor plasma ini.

"Saya berpartisipasi mendonorkan plasma saya karena saya penyintas COVID-19. Saya ingin menolong pasien COVID-19 yang membutuhkan plasma ini. Saya terinfeksi COVID-19 tanggal 24 Juni 2021 dan dinyatakan negatif pada tanggal 14 Juli 2021," ujarnya.

Chrisnawan mengaku saat dirinya terinfeksi hanya mengalami gejala yang relatif ringan karena sudah divaksinasi. Karena itu ia meminta kepada yang belum divaksinasi untuk segera melakukan vaksinasi.

"Saat terinfeksi, gejala saya ringan saja, saya tidak merasa kepayahan karena itu saya sarankan bagi yang belum vaksinasi, segeralah di vaksinasi karena itu akan sangat membantu kita saat kita mendapatkan cobaan terkonfirmasi positif COVID-19," pungkasnya.

Untuk diketahui kegiatan donor ini dalam rangka membantu persediaan stok darah dan plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta.

Simak juga video '800 Warga Jakarta Antre untuk Mendapatkan Plasma Konvalesen':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)