Direktur Sarana Jaya Dicecar KPK soal Negosiasi Harga di Kasus Lahan DKI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 09:27 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana, Denan Matulandi Kaligis, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur. Dia dicecar terkait negosiasi harga tanah yang berperkara.

Pemeriksaan terhadap Denan dilakukan pada Selasa (27/7/2021) kemarin. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan.

"Yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan negosiasi harga penawaran tanah di wilayah Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur antara PT AP dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang diduga telah ada kesepakatan untuk di-markup," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangka tersebut adalah mantan Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan. Akhir-akhir ini, KPK juga menetapkan Direktur PT ABAM (Aldira Berkah Abadi Makmur) Rudy Hartono Iskandar sebagai tersangka.

Tersangka selanjutnya adalah Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. Lalu, ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Mereka diduga melakukan korupsi pengadaan tanah di Pondok Rangon, Jakarta Timur, tahun anggaran 2019. Kasus dugaan korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 152,5 miliar.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI itu muncul ke permukaan setelah adanya dokumen resmi KPK yang mencantumkan sejumlah nama tersangka. Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonaktifkan Yoory dari jabatannya itu.

Simak video 'KPK Beberkan Konstruksi Kasus Pengadaan Tanah di Munjul Pondok Ranggon!':

[Gambas:Video 20detik]

(fas/dhn)