Satgas Wanti-wanti 5 Provinsi Luar Jawa-Bali Ini soal Kasus Corona Naik

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 18:47 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas COVID-19 menyoroti kenaikan kasus COVID-19 yang mulai terjadi di luar pulau Jawa dan Bali. Sebanyak 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi pun diwanti-wanti untuk tidak lengah.

"Jika dilihat pada provinsi non Jawa-Bali, ternyata pada minggu ke 3 implementasi PPKM darurat menjadi PPKM level 1-4, masih terjadi sedikit kenaikan kasus yaitu sebesar 3,6 persen. Kenaikan ini tidak setinggi pada minggu sebelumnya yaitu sebesar 53 persen," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, saat konferensi pers seperti disiarkan YouTube BNPB, Selasa (27/7/2021).

Wiku lantas mengungkap ke-5 provinsi yang berkontribusi pada naiknya kasus COVID-19 di luar pulau Jawa-Bali. Ke-5 provinsi itu adalah Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, NTT, dan Sulawesi Selatan.

"Kenaikan ini dikontribusikan oleh Kalimantan Timur dengan jumlah kasus sebesar 10.297 kasus, Sumut 7.528 kasus, Riau 5.999 kasus, NTT 5.904 kasus, dan Sulsel 5.010 kasus," ucapnya.

Wiku menjelaskan, berdasarkan fakta tersebut, kebijakan PPKM darurat hingga PPKM level 1-4 bisa efektif jika pengendaliannya juga dilakukan dengan baik. Tak hanya itu, menurutnya, hasilnya juga akan semakin terlihat.

"Dari perkembangan kasus ini kita dapat ambil 3 buah pembelajaran penting, pada prinsipnya PPKM level 1-4 merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penambahan kasus, semakin efektif pengendalian yang dilakukan maka hasilnya semakin terlihat," ujarnya.

Wiku pun mewanti-wanti ke-5 provinsi di luar Jawa Bali untuk tidak lengah. Dia mengingatkan agar pengawasan ditingkatkan dan pelanggaran ditindak tegas sehingga kasus dapat segera menurun.

"Untuk gubernur provinsi non Jawa-Bali, utamanya pada 5 provinsi penyumbang kasus tertinggi yang saya sebutkan tadi, sekali lagi jangan lengah, terus lakukan penanganan COVID-19 sebaik mungkin, serta lakukan pengawasan prokes, dan tindak tegas pelanggaran sehingga kasus dapat turun menyusul perkembangan di pulau Jawa-Bali," tegas Wiku.

Tonton video 'Corona RI Per 27 Juli: 2.069 Kematian, 47.128 Pasien Sembuh':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/imk)