3 Minggu PPKM Darurat: Kasus Harian Turun, Kesembuhan-Kematian Naik

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 18:25 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menyampaikan perkembangan yang terjadi setelah pelaksanaan kebijakan PPKM darurat hingga PPKM level 1-4 selama 3 minggu. Dalam 3 minggu ini, kasus harian COVID-19 tercatat cenderung turun, kasus sembuh meningkat, namun kasus kematian masih terus meningkat.

"Perlu waktu setidaknya 3 minggu untuk dapat melihat dampak dari implementasi kebijakan, PPKM darurat sejak tanggal 3 sampai 20 Juli serta PPKM level 1 sampai dengan level 4 yang tanggal 21 sampai 26 Juli ini telah dievaluasi dampaknya terhadap kenaikan kasus," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers seperti disiarkan YouTube BNPB, Selasa (27/7/2021).

Wiku menyampaikan sejumlah perubahan terjadi selama 3 minggu penerapan kebijakan PPKM. Menurutnya, kasus harian, kasus aktif, hingga kasus sembuh mengalami perbaikan.

"Jika dilihat pada tingkat nasional, baik kasus aktif, positivity rate, kasus harian, dan kesembuhan mengalami perbaikan pada periode PPKM level 1-4 setelah sempat meningkat pada PPKM darurat," ucapnya.

Berdasarkan data, Wiku menyebut kasus aktif yang sebelumnya saat PPKM darurat sebesar 18,65 persen turun pada hari terakhir PPKM level 104 menjadi 18,12 persen. Kemudian positivity rate juga mengalami penurunan dari 33,42 persen menjadi 31,16 persen.

Tak hanya itu, Wiku menyebut penurunan juga terjadi pada tambahan kasus harian. Perkembangan juga terjadi pada kasus sembuh harian yang menunjukkan peningkatan.

"Penurunan juga terjadi pada kasus harian tertinggi. Pada periode PPKM darurat, kita pernah capai kasus harian tertinggi, yaitu 56.757. Pada periode PPKM level 1-4, kita mampu menekan menjadi 49.509 kasus. Begitu pula dengan jumlah kesembuhan yang tunjukkan peningkatan dari sebelum PPKM darurat, yaitu 11.578 meningkat pada PPKM darurat menjadi 29.791 dan terus meningkat pada PPKM level 1-4 menjadi 37.640," sebutnya.

Namun Wiku menyayangkan lantaran kasus kematian akibat COVID-19 juga terus mengalami peningkatan. Dia menyebut sampai saat ini pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kasus kematian.

"Namun sayangnya, jumlah kematian pada pelaksanaan PPKM level 1-4 masih terus mengalami peningkatan. Pada sebelum PPKM darurat kematian tertinggi sebesar 539, kemudian meningkat pada PPKM darurat menjadi 1.338 dan meningkat lagi pada PPKM level 1-4 menjadi 1.487. Perpanjangan PPKM level 1-4 ini salah satunya dilakukan untuk meningkatkan upaya penurunan kasus kematian semaksimal mungkin," ujarnya.

(maa/imk)