Polisi: Teroris MIT Poso Cepat Tuntas kalau Tak Ada Simpatisan yang Dukung

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 17:05 WIB
Kapolda Sulteng  Irjen Abdul Rakhman Baso Bersama Kepala BNPT Komjen Boy Rafli
Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso Bersama Kepala BNPT Komjen Boy Rafli (Dok Satgas Madago Raya)
Jakarta -

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Abdul Rakhman Baso mengungkapkan beberapa kendala dalam menumpas teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Baso menjelaskan, selain karena medan yang berat, banyak simpatisan yang mendukung para DPO MIT pimpinan Ali Kalora itu.

"Selain medan yang berat, hal utamanya karena masih adanya simpatisan yang mendukung mereka. Kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan, tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka, maka kasus Poso akan cepat selesai," ujar Baso melalui keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Baso mengungkapkan DPO MIT tersisa enam orang. Baso mengingatkan mereka segera menyerahkan diri.

"Saat ini kelompok terorisme sisa enam orang. Seandainya enam orang DPO terorisme bisa diselesaikan, tetapi masalah radikalisme dan kontra radikalisme yang harus dilakukan, bagaimana pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Poso," katanya.

"Dalam melakukan tindakan kepada DPO teroris Poso, Satgas Madago Raya lebih mengedepankan tindakan soft dengan mengimbau DPO terorisme untuk menyerahkan diri. Kecuali bila bertemu di lapangan maka akan terjadi tindakan tegas-terukur," sambung Baso.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengapresiasi Satgas Madago Raya yang berhasil menembak mati 3 dari 9 DPO MIT. Menurutnya, Satgas Madago Raya pantas diberi apresiasi.

"Tentunya ini prestasi yang layak diapresiasi," terang Boy.

Boy menyatakan para teroris MIT sebagai kelompok yang berbahaya. Dia berharap Satgas Madago Raya bisa menghabisi mereka semua.

"Mereka kelompok membahayakan kehidupan masyarakat. Tentunya kita berharap ke depan operasi Satgas Madago Raya dapat menuntaskan sisa DPO MIT Poso," imbuhnya.

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, sebanyak 3 DPO MIT berhasil ditembak mati. Mereka adalah Rukli, Ahmad Panjang, dan satu lagi masih dalam proses identifikasi.

Simak juga 'Pemerintah Kutuk Keras MIT atas Tindakan Kekerasan di Poso':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)