Dirut TransJakarta: Karyawan Meninggal karena COVID 14 Orang

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 17:06 WIB
Bus TransJakarta di koridor 13
Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo menanggapi pernyataan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengenai laporan ada 20 pegawai PT Transjakarta meninggal karena virus Corona (COVID-19). Sardjono menegaskan hingga saat ini jumlah karyawan yang meninggal karena Corona sebanyak 14 orang.

"Sejauh yang kita miliki data yang meninggal di tempat kita dikarenakan COVID itu 14 orang. Ini per jam 5 sore kemarin," kata Sardjono dalam jumpa pers virtual, Selasa (27/7/2021).

Sardjono juga memaparkan jumlah karyawan yang terpapar COVID-19. Dia mengatakan hingga saat ini total karyawan yang terpapar COVID-19 sebanyak 625 orang.

"Kalau kita lihat tes COVID yang kita lakukan itu per kemarin itu ada 103 dengan hasil positif ada 6, positivity rate kemarin itu 5,83 persen. Total kasus selama pandemi 625 kasus, dengan kasus masih aktif per kemarin 201 yang tersisa, ada yang isolasi mandiri di rumah, ada yang di RS dan ada isolasi mandiri yang disediakan TransJakarta. Total meninggal secara keseluruhan 14, rate-nya 2,24 persen sebanding dengan 625 kasus," kata dia.

Sardjono mengatakan tak ingin membandingkan data yang dimiliki TransJakarta dengan data pihak lain. Dia tak mempermasalahkan jika data tersebut tak sama.

"Saya tidak ingin membandingkan data yang TransJakarta punya dengan data orang lain. Data orang lain terserah. Kalau dia punya data berbeda, terserah," kata dia.

Lebih lanjut Sardjono meminta Said Iqbal melihat data yang disampaikan. Dia menegaskan data yang disampaikan ke publik harus dapat dipertanggungjawabkan.

"Jadi harus dilihat dulu nih risetnya apa komentarnya Bang Iqbal itu. Lalu kemudian apa yang sebenarnya yang sudah kita lakukan di sini. Saya tidak henti-hentinya kita meminta orang untuk datang untuk cek fasilitas, kebijakan direksi untuk random test itu 200 per hari itu juga sudah kita keluarkan," tutur dia.

"Pendataan dengan cara sukarela itu juga sudah kita minta tujuannya untuk itu. Ini masalah orang masih ada yang malu, ada yang takut kalau ketahuan kena COVID, padahal nggak kenapa-kenapa. Ada orang yang kita baru tahu kena COVID satu minggu kemudian. Karena dia tes mandiri, positif dia diam-diam baru tahu satu minggu kemudian," lanjutnya.

Simak juga 'Penjelasan Anies soal Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri':

[Gambas:Video 20detik]