Setjen DPR Beri Fasilitas Hotel Isoman COVID bagi Legislator-Staf

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 17:05 WIB
Kompleks Parlemen Senayan diusulkan menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19. Hal itu pun memicu pro dan kontra di kalangan internal Parlemen.
Gedung DPR (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Sekretariat Jenderal DPR menyediakan hotel untuk fasilitas karantina atau isolasi anggota Dewan, tenaga ahli, hingga staf DPR yang terpapar COVID-19. Fasilitas itu disediakan bagi mereka yang terpapar dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

"Iya (anggota DPR) termasuk staf, PNS, tanpa keluarga," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Indra mengatakan sebelumnya fasilitas isolasi itu disediakan di kompleks rumah dinas DPR di Kalibata. Namun ada komplain sehingga disediakan di hotel.

"Jadi gini, ini kan intensitas anggota Dewan tinggi sekali di konstituen interaksinya. Jadi potensi terpapar itu tinggi, tentu ada beberapa anggota Dewan yang pernah saya ceritakan yang positif itu di kompleks Kalibata itu dikomplain karena berpotensi menularkan," ujarnya.

Pengadaan fasilitas hotel, kata Indra, juga sudah sesuai dengan aturan yang ada, yakni surat Dirjen Pembendaharaan Negara S-369/PB/2020 dan S-308/PB/2020.

"Nah kami juga cek berbagai aturan dan belajar dari kementerian lain itu kementerian lain sudah melakukan mekanisme isolasi mandiri di hotel tertentu seperti di hotel bintang 3. Jadi itu juga mengacu pada surat Dirjen Pembendaharaan Negara nomer 369 tahun 2020 dan nomer 308 tahun 2020 di poin C disebutkan dalam hal tidak tersedia mes,asrama, wisma, kementerian lembaga dapat menggunakan penginapan atau sejenisnya dengan mempertimbangkan ketersediaan dana," ujarnya.

Indra mengatakan memang sudah ada hotel yang direncanakan untuk tempat isolasi. Tapi sejauh ini dia menyebut baru dua hotel yang sudah menandatangani kerja sama, yakni Hotel Ibis Jakarta Barat dan Hotel Oasis Jakarta Pusat.

"Yang sudah kerja sama sama kita itu, MoU-nya dengan sama Ibis Grogol, satu lagi di Oasis daerah Pasar Senen Atrium," ujarnya.

Indra memastikan fasilitas hotel untuk isoman ini bukan program yang dianggarkan. Anggaran fasilitas itu bersumber dari anggaran perjalanan luar negeri yang tidak terpakai dan anggaran lain yang bersifat kontingensi.

"Jadi anggaran COVID ini anggaran kontingensi, bukan yang diprogramkan. Kami menggeser dari anggaran perjalanan luar negeri yang nggak terpakai, dari kegiatan narasumber yang nggak boleh lagi sekarang. Jadi kami menggeser-geser dari dana-dana itu, sifatnya kontingensi, nggak dianggarkan secara utuh tapi kalau dibutuhkan kami revisi. Anggaran COVID kan sekarang ada di setiap kementerian," ujarnya.

Indra menyebut belum tahu sampai kapan pengadaan fasilitas hotel itu berjalan. Menurutnya, akan ada evaluasi sesuai perkembangan penularan COVID-19.

"Kita belum batasi karena ini kan suratnya baru kita keluarkan, tentu akan kita evaluasi. Tentu pada saat COVID ini sudah mereda kan aturan itu kita cabut," tuturnya.

Simak juga 'Perlukah Tes COVID-19 Ulang Usai 14 Hari Isoman?':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)