129 Orang Sivitas Positif COVID-19, Unand Padang Lockdown

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 16:18 WIB
Rektorat Universitas Andalas (Unand) Padang
Universitas Andalas (Foto: Dok. Istimewa)
Padang -

Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, menghentikan semua aktivitas (lockdown) di kampus tersebut hingga 30 Juli mendatang. Dilaporkan ada 6 dosen dan tenaga pendidik yang meninggal dunia akibat COVID-19.

Kebijakan lockdown diambil untuk menekan laju penyebaran virus Corona.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Rumah Sakit Unand, saat ini ada 129 warga kampus yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan menjalani perawatan di berbagai lokasi.

Rektor Unand, Yuliandri, mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran tentang penutupan sementara Unand dalam rangka antisipasi penyebaran COVID-19.

Rektor Universitas Andalas (Unand), Yuliandri (dok Istimewa)Rektor Universitas Andalas (Unand) Yuliandri (dok Istimewa)

"Benar. Saat ini kita lockdown. Sejak kemarin sampai 30 Juli mendatang," kata Yuliandri saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (27/7/2021).

Menurutnya, seluruh aktivitas di kampus dihentikan, kecuali pelayanan di Rumah Sakit Unand, pengamanan, dan kebersihan kampus.

"Seluruh aktivitas, kecuali pelayanan rumah sakit, keamanan dan kebersihan kampus. Kegiatan yang sifatnya mendesak dilakukan secara virtual atau daring, karena telah terjadi peningkatan yang signifikan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada sivitas akademika dan tenaga kependidikan Unand," katanya.

Secara terpisah, Dirut RS Unand, Yevri Zulfikar, memaparkan kondisi Unand saat ini.

"Ada 129 orang yang terkonfirmasi (COVID-19) saat ini. Dari kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik. Mereka dirawat di berbagai lokasi, baik di rumah sakit maupun di tempat isolasi," kata Yevri kepada detikcom.

Ke-129 orang itu terdiri dari kalangan mahasiswa (59 orang), dosen sebanyak 31 orang, dan tenaga pendidik sebanyak 39 orang. Secara keseluruhan, sejak April 2020, Corona menginfeksi 692 orang warga kampus, di mana enam di antaranya meninggal dunia.

(jbr/jbr)