Di Konferensi Forum Rektor, Jokowi Minta SKS Belajar dari Industri Ditambah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 13:49 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai disrupsi teknologi di konferensi forum rektor Indonesia. Jokowi meminta dunia pendidikan selalu menyesuaikan terhadap perubahan zaman.

"Pandemi COVID-19 merupakan rangkaian serial disrupsi menambah disrupsi yang sebelumnya dipicu revolusi industri 4.0. Perubahan lanskap sosial budaya perubahan lanskap ekonomi, perubahan lanskap politik mengalami perubahan besar akibat revolusi industri 4.0," kata Jokowi seperti dalam video yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/7/2021).

Jokowi mengatakan teknologi kini telah menjadi master disrupsi. Berbagai sektor telah beralih dan menyesuaikan terhadap perkembangan teknologi.

"Lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institutions. Teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital, digital learning bukan hanya memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa. Yang juga sangat penting adalah memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapa pun juga di mana pun juga tentang apapun juga, pembelajaran dari para praktisi termasuk pelaku industri sangat penting untuk difasilitasi," kata Jokowi.

Jokowi meminta perguruan tinggi memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia industri. Dengan demikian, mahasiswa bisa belajar dari lapangan dan mempersiapkan diri untuk masa depan.

"Kurikulum harus memberikan bobot SKS yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri. Exposure mahasiswa dan dosen kepada industri teknologi masa depan harus ditingkatkan. Pengajar dan mentor dari pelaku industri, magang mahasiswa ke dunia industri dan bahkan industri sebagai tenant di dalam kampus harus ditambah. Termasuk organisasi praktisi lainnya harus diajak berkolaborasi," ujar Jokowi.

Socio-Techno Innopreneur

Jokowi mengatakan lembaga pendidikan harus selalu bekerja untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa. Lembaga pendidikan harus terlibat dalam memecahkan masalah-masalah sosial lewat ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Selain memperkokoh karakter kebangsaan berdasarkan Pancasila, para mahasiswa harus dididik dalam ekosistem tersebut, yaitu ekosistem yang mendorong socio-techno innopreneur. Memecahkan masalah sosial dengan memanfaatkan teknologi secara inovatif dan berkewirausahaan," ujar Jokowi.

Jokowi meminta agar mahasiswa difasilitasi supaya mampu bersaing di pasar kerja yang makin terbuka. Jokowi ingin mereka sama-sama naik kelas.

"Harus mampu menjadi industri yang menciptakan lapangan kerja mampu, meningkatkan status sosialnya, membuat dirinya naik kelas dan menjadikan UMKM Indonesia juga naik kelas bersama-sama. Itulah semangat socio-techno innopreneur yang tadi saya katakan," ujar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan tugas tersebut mungkin terasa berat bagi perguruan tinggi. Namun, menurut Jokowi, hal itu bisa dilakukan jika dengan semangat kolaborasi.

"Kampus merdeka dan merdeka belajar adalah salah satu instrumen penting untuk itu. Mahasiswa bisa belajar kepada siapa saja di mana saja yang dirasa penting untuk mempersiapkan masa depan mereka dan masa depan bangsa. Mahasiswa harus di-update perkembangan terkini dan perkembangan ke depan," tutur Jokowi.

(knv/tor)