Menteri PUPR Tinjau RSLKC di Bantul, Akan Tambah 30 Bed

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 11:59 WIB
Menteri PUPR tinjau RS darurat COVID-19 di Bantul.
Foto: dok. Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendatangi Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Basuki menargetkan penambahan 30 bed di RSLKC rampung dalam 10 hari.

"Ini tinjauan untuk rumah sakit-rumah sakit darurat dalam rangka PPKM, insyaallah akan lebih cepat tapi kan skenarionya kan banyak," kata Basuki saat di RSLKC Bantul, Selasa (27/7/2021).

Pasalnya Kementerian PUPR tengah menyiapkan rumah sakit darurat COVID-19 di Jawa dan luar Jawa. Menurutnya pembangunan rumah sakit tersebut menyasar zona merah.

"Jadi kami menyiapkan rumah sakit darurat khususnya untuk COVID-19, bahkan tidak hanya di Jawa. Untuk di Jawa di Bandung raya khususnya di Kabupaten-kabupaten, Semarang raya, Solo raya dan Yogyakarta ini. Itu daerah yang pekan lalu dievaluasi masih tinggi," ujarnya.

Untuk di Bantul, Basuki menargetkan penambahan bed di beberapa rumah sakit rujukan COVID-19. Bahkan, pihaknya mengalihfungsikan gedung milik Kementerian PUPR di Yogyakarta sebagai shelter COVID-19.

"Panembahan Senopati, Hardjolukito, dan PKU Muhammadiyah ya. Termasuk shelter-shelter rusun-rusun PU, gedung diklat PU. Karena di Yogya ini ada 26 ribu orang yang isoman dan itu yang akan kita coba agar termonitor," katanya.

"Itu permintaan Gubernur (DIY) sehingga kita cepat siapkan rumah sakit dan shelter," lanjut Basuki.

Basuki menargetkan penambahan bed di RSLKC selesai secepat mungkin. Menurutnya penambahan bed tersebut tidak akan memakan waktu hingga 2 pekan.

"Ini saya kira mudah-mudahan seminggu atau sepuluh hari selesai, harus cepat. Untuk pengerjaan 2 shift minimal," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bantul Abdul Halim Muslih menyebutkan penambahan bed di RSLKC akan dibarengi pembangunan ruang HCU. Semua itu, kata Halim, untuk memudahkan penanganan pasien COVID-19 bergejala sedang.

"Tambah 30, diantaranya ada HCU, itu (HCU) di bawah ICu dan akan sangat membantu karena kalau gejala sedang dan berat tidak perlu dirujuk ke (rumah sakit) Panembahan Senopati dan bisa diatasi di sini," ucapnya.

Halim juga mengaku telah membebaskan lahan di samping RSLKC. Lahan tersebut untuk dibangun rumah sakit lagi.

"Kita sudah membebaskan 2200 meter persegi lahan di sping rumah sakit ini untuk dibangun rumah sakit lagi," katanya.

(prf/ega)