Komunitas Warteg Kritik Aturan Makan 20 Menit

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 08:39 WIB
Meski PPKM diperpanjang ada sejumlah aturan yang dilonggarkan. Salah satunya memperbolehkan warung makan untuk buka dan layani makan di tempat selama 20 menit.
Ilustrasi Warteg (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) mengkritik aturan makan 20 menit selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah. Ketua Kowantara Mukroni mengingatkan tidak semua orang bisa makan buru-buru, khususnya orang tua.

"Yang makan di warteg kan tidak hanya ada anak kecil dan anak muda, tapi ada orang tua juga. Orang tua kan makannya pelan-pelan. Kalau disuruh buru-buru bisa tersedak," kata Mukroni seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/7/2021).

Mukroni juga menyinggung soal pedagang ayam bakar dan pecel lele. Dia mengingatkan pedagang ayam bakar dan pecel tidak bisa menyiapkan hidangan buru-buru.

"Pedagang kan ada yang jual ayam bakar, lele, dan lainnya. Ini butuh waktu (persiapan), bisa saja kalau diburu-buru, malah kesiram minyak," ucapnya.

Selain itu, Mukroni berbicara perihal penyebaran COVID-19. Mukroni menyebut penularan Corona bisa terjadi dalam hitungan detik.

"Kita semua tahu, kalau penularan COVID-19 tidak mengenal jam, tapi detik," sebutnya.

Tak hanya soal aturan makan 20 menit. Mukroni juga mengkritik jam operasional pedagang warteg yang dibatasi hingga pukul 20.00. Menurutnya, tidak semua pedagang bisa memenuhi ketentuan tersebut.

"Warteg itu ada kapasitasnya, mulai dari yang luasannya kecil paling lima orang (kapasitas tampung), sampai yang sebesar yang bisa sampai menampung 50 pelanggan," ujarnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Kata Ahli Gizi soal Aturan Makan Dibatasi Hanya 20 Menit

[Gambas:Video 20detik]