Aturan Makan 20 Menit di Warteg Dinilai Sulit Dipantau dan Tak Praktis

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 05:52 WIB
Meski PPKM diperpanjang ada sejumlah aturan yang dilonggarkan. Salah satunya memperbolehkan warung makan untuk buka dan layani makan di tempat selama 20 menit.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menerapkan aturan makan 20 menit di warteg saat PPKM level 4 di sejumlah wilayah. Tetapi, aturan ini dinilai tak praktis dan penerapan aturan ini sulit dipantau oleh petugas di lapangan.

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman awalnya menjelaskan bahwa virus Corona varian baru hanya butuh waktu hitungan detik untuk menjangkiti seseorang. Dicky menilai kondisi saat ini cukup sulit dari segala bidang.

"Yang jelas sebetulnya, jangankan 20 menit, sekarang saja 1 menit saja sudah cukup (tertular Corona), dekat. Jadi inilah, sulit saya menjelaskannya ya karena kondisinya sudah berat ini di kesehatan, di ekonomi, di sosial," kata Dicky kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Kondisi saat ini menurut Dicky disebabkan karena seluruh elemen abai dalam penerapan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) atau 3 T sejak awal.

Adanya kondisi tersebut, harus memilih antara kesehatan dan ekonomi. Menurut Dicky sudah bukan waktunya lagi untuk menjalankan ekonomi dan kesehatan secara bersama, dan bagi Dicky, pemerintah memilih ekonomi.

"Kalau kesehatan ada? Ya ada, tapi sangat terpinggirkan, lebih sudah kalah sama ekonominya. Jadi menurut saya, saat ini adalah bahwa karena nggak mungkin juga ada solusi lain untuk pedagang kecil ini oleh pemerintah. Sekarang pemerintah yang harus membuat opsi, solusi, kompensasi, namanya. Dengan cara apa? Ya 3T, (dan) vaksinasi, visitasi juga lakukan," ujarnya.

Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky BuDicky Budiman (Dok istimewa)

Aturan makan maksimal 20 menit di warteg pun menurut Dicky tak praktis dan dinilai sulit. Seharusnya makan di tempat atau dine in tak diterapkan dalam kondisi seperti ini.

"Atau kalau memungkinkan sebetulnya ya dibungkus, hal-hal makanan begitu bukan makan di tempat, tapi dibungkus. Nah ini juga kan, siapa yang bisa memantau antreannya? Itu sulit sekali, ini tidak praktis," ucapnya.

Dicky menyadari bahwa kondisi penanganan pandemi Corona di Indonesia cukup kompleks. Adanya kondisi tersebut Dicky menyarankan kapasitas tes Corona ditingkatkan dibarengi dengan vaksinasi.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Kata Ahli Gizi Soal Aturan Makan Dibatasi Hanya 20 Menit

[Gambas:Video 20detik]