Tito Minta Tak Ngobrol-Tertawa Keras Cegah Droplet: Mungkin Terdengar Lucu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:47 WIB
Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Foto: kemendagri)
Jakarta -

Mendagri Tito Karnavian mengatakan waktu 20 menit untuk makan sudah cukup, merujuk pada aturan terbaru PPKM level 4 soal dine-in di warung. Dia lalu bicara soal kegiatan yang rawan penyebaran droplet, seperti bicara atau tertawa dengan keras.

Tito awalnya berharap masyarakat juga memahami alasan munculnya aturan makan 20 menit di warteg ini. Dia merujuk pada aturan di Instruksi Mendagri agar warga menghindari kegiatan yang berisiko menyebarkan droplet.

"Prinsipnya menurut saya 20 menit cukup bagi kita untuk makan di suatu tempat. Dan itu pun sudah ada dalam PPKM, Inmendagri. Tidak membuat aksi, kegiatan yang membuat terjadinya droplet, aerosol bertebaran. seperti ngobrol keras, ketawa keras," kata Tito dalam jumpa pers virtual, Senin (26/7/2021).

Tito memahami bahwa anjuran ini mungkin belum umum dan terdengar lucu. Tapi, hal ini sudah kerap diterapkan di negara-negara lain.

"Mungkin kedengarannya lucu, tapi di luar negeri beberapa negara lain sudah lama dilakukan itu," ucapnya.

Dia berharap aturan tersebut dipahami masyarakat dan pelaku usaha. Aturan itu dibuat juga supaya tak ada kerumunan di lokasi makan.

"Kenapa waktunya pendek? Untuk berikan waktu yang lain supaya tidak terjadi pengumpulan di rumah makan itu. Kalau banyak ngobrol tertawa, kemudian sambil berbincang itu rawan penularan," jelas Tito.

Dalam eksekusinya, Tito meminta peran dari pemerintah daerah hingga TNI dan Polri. Peran pelaku usaha dan warga juga penting agar bisa terwujud dengan baik.

"Eksekusinya kita sangat berharap pada para penegak aturan tersebut. Mulai dari pemerintah daerah, Satpol PP, kemudian didukung rekan-rekan Polri dan TNI serta pelaku usahanya sendiri. Dan juga sekaligus pada masyarakat," ungkapnya.

(imk/jbr)