Round-Up

Pilu Bocah Aurel Diisolasi karena Corona Tak Bisa Bertemu Ortu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 22:35 WIB
Tangkapan layar video paman Aurel, Andy Rompas saat adu muluit dengan petugas kesehatan meminta Aurel dikeluarkan dari tempat isolasi di Manado. (dok. Istimewa)
Tangkapan layar video paman Aurel, Andy Rompas, saat adu muluit dengan petugas kesehatan meminta Aurel dikeluarkan dari tempat isolasi di Manado. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Bocah berusia 7 tahun di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), bernama Aurel harus menjalani isolasi usai terpapar virus Corona. Aurel yang merupakan pasien tanpa gejala harus menjalani isolasi tak bisa bertemu orang tuanya.

Pihak keluarga Aurel awalnya tidak terima sang anak diisolasi seorang diri karena khawatir akan kondisi Aurel. Cerita mula Aurel ini terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial.

"Salah paham saja itu," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulut dr Steven Dandel membenarkan video itu saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (25/7/2021) malam.

Sementara itu, paman Aurel, Andy Rompas mengatakan Aurel bersama ibu dan adiknya tiba di Pelabuhan Manado pada Jumat (23/7). Mereka baru datang menggunakan kapal laut dari Jailolo, Maluku Utara.

Sama seperti penumpang kapal lainnya, Aurel dan keluarganya itu harus menjalani tes swab antigen dan hasilnya Aurel reaktif COVID-19, sementara ibu dan adiknya negatif. Aurel kemudian dibawa ke rumah singgah Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) untuk dilakukan tes PCR.

Pihak Bapelkes kemudian disebut meminta Aurel diisolasi seorang diri, namun orang tua menolak sehingga terjadi adu mulut. Pihak Bapelkes kemudian meminta orang tua Aurel pergi karena dinilai telah menghalangi tugas mereka, sehingga Aurel diisolasi sendiri.

Malamnya, Andy Rompas dan keluarga Aurel lainnya datang ke Bapelkes untuk meminta Aurel dikeluarkan. Keributan pun terjadi dan terekam video, yang kemudian beredar di media sosial.

"Kalau terjadi apa-apa sampai sakit ngana (kamu) mau tanggung jawab? Kalau dia ketakutan sampai dia stres mau tanggung jawab kalau dia mati," kata Andy dalam video yang beredar.

Seorang wanita yang juga keluarga Aurel, Nancy Angela, ikut meminta petugas kesehatan mengeluarkan Aurel. Nancy juga ikut berteriak dan meminta petugas segera mengeluarkan Aurel.

"Mana, mana saya punya kemenakan, kasih keluar, ambil, dia baru OTG kenapa mau ditahan, aturan dari mana?" teriak Nancy dalam video itu.

Nancy membenarkan wanita marah dalam video itu dirinya. "Torang (kami) anak basudara (keluarga). Torang dengar jadi torang bantu. Itu noh kita (saya) yang teriak-teriak pakai topi," kata Nancy.

Keluarga Aurel Ungkap Ortu Diusir Petugas

Orang tua Aurel yang sempat menanyakan nasib anaknya setelah dites PCR karena reaktif COVID malah diusir petugas. Hal ini diungkapkan Andy Rompas, paman Aurel.

"Dan (Aurel beserta ibu dan adik) telah mengikuti prokes yang ada, wajib swab antigen sebelum berangkat," kata Andy Rompas melalui pesan WhatsApp ke detikcom, Senin (26/7/2021).

"Sampai di Manado, dapat info, bahwa semua penumpang wajib swab antigen lagi, dan hasilnya mama negatif, Aurel anak pertama reaktif, Caila (adik Aurel) anak ke-3 negatif," lanjutnya.

Karena Aurel reaktif, petugas mengarahkan agar Aurel dites PCR di Bapelkes Manado. Ibu Aurel setuju dan menemani Aurel dibawa menggunakan ambulans. Sedangkan adik Aurel, karena masih kecil, tidak ikut di dalam ambulans dan dititipkan di tantenya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: