RS Bapelkes Manado Akui Petugasnya Salah, Bocah Aurel Harusnya Isoman

Trisno Mais - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:18 WIB
Tangkapan layar video paman Aurel, Andy Rompas saat adu muluit dengan petugas kesehatan meminta Aurel dikeluarkan dari tempat isolasi di Manado. (dok. Istimewa)
Tangkapan layar video paman Aurel, Andy Rompas saat adu mulut dengan petugas kesehatan meminta Aurel dikeluarkan dari tempat isolasi di Manado. (Dok. Istimewa)
Manado -

Pengelola Rumah Sakit Lapangan Darurat COVID-19 milik Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Manado, Sulawesi Utara mengakui ada petugasnya yang salah menginterpretasikan perintah sehingga Aurel bocah usia 7 tahun harus diisolasi seorang diri tanpa pendampingan orang tua. Padahal pimpinan Bapelkes Manado sudah mengizinkan Aurel diisolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Instruksi perintah kita (saya) dia itu Isoman, mengingat usia. Tapi tetap di bawah pengawasan orang tua, dan pusekemas terdekat, serta Satgas Kelurahan," ujar Direktur Rumah Sakit Lapangan Darurat COVID-19 Bapelkes Manado, dr Regina Tuwongkesong saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (26/7/2021).

Regina mengungkapkan, pihaknya menerima Aurel setelah dinyatakan reaktif COVID-19 melalui tes antigen di Pelabuhan Manado pada Jumat (23/7) lalu. Aurel bersama ibu dan adiknya memang baru tiba dari Jailolo, Maluku Utara.

Namun, setelah pihak Bapelkes mengizinkan agar Aurel diisolasi mandiri, ada petugas kesehatan RS Bapelkes yang salah menginterpretasikan perintah. Akibatnya, Aurel diisolasi seorang diri dan terjadi adu mulut dengan keluarga karena pihak keluarga menolak.

"Di dalam itu ada oknum staf yang salah menginterpretasikan perintah. Jadi ini koreksi buat saya," katanya.

Sebelum keributan terjadi dan ada oknum staf yang salah, pihak Bapelkes sudah membuat kesepakatan dengan keluarga Aurel terkait isoman di rumah.

"Keluarga menjamin dan kita (saya) harus menghubungi dulu puskesmas terdekat, nanti kan kepala lingkungan yang akan mengontrol bersama dengan puskesmas. Itu syarat isoman," jelas Regina.

Lebih lanjut, Regina menyebut keluarga Aurel sudah menjamin agar Aurel selama isoman di rumah diisolasi di kamar sendiri, kamar sendiri, alat makan sendiri, serta dipastikan tidak ada kontak langsung dengan keluarga serumah. Setelah keluarga Aurel menjamin, pihak Bapelkes Manado menghubungi puskesmas dan Satgas Kelurahan untuk mengawasi Aurel yang diisolasi di rumah.

"Dan puskesmas sudah terhubungi, tapi ternyata terjadi mis (komunikasi) di tingkat bawah," tuturnya.

Aurel Sudah Dipulangkan ke rumah

Paman Aurel, Andy Rompas menyebut kemenakannya sudah dikeluarkan dari ruang isolasi COVID-19 di rumah sakit. Sebabnya, Aurel yang positif COVID dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) menangis dan tidak bisa ketemu orang tua.

"Mereka (keluarga) jemput kasih keluar jam 2 subuh (tadi malam). Gara-gara anak menangis-menangis. Jadi sendiri, orang tua tidak bisa masuk," ujar paman Aurel, Andy Rompas, kepada detikcom, Senin (26/7).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Sejumlah SMP di Ciamis Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]