Luhut Minta Pasien Corona di Solo-DIY Dibujuk ke Isolasi Terpusat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:31 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)
Jakarta -

Tren kasus positif COVID-19 di Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih meningkat. Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau pemerintah daerah membujuk warganya yang terpapar virus Corona menempati isolasi terpusat yang telah disediakan.

"Saya minta kepada TNI dan Polri agar dapat membujuk pasien-pasien, khususnya lansia dan penderita yang memiliki penyakit komorbid (penyerta), agar dirawat di isolasi terpusat sehingga dapat dipantau dan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup," kata Luhut melalui keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).

Luhut menjelaskan hal ini untuk menekan laju penularan serta angka kematian karena tidak mendapatkan perhatian khusus dan fasilitas yang memadai, khususnya pada warga yang memiliki penyakit komorbid.

Luhut juga mengatakan perlunya pengaturan pemberian oksigen secara ketat. Oksigen likuid, kata dia, difokuskan untuk perawatan intensif.

"Oksigen likuid difokuskan untuk perawatan intensif, sementara oksigen konsentrator diberikan untuk perawatan isolasi di rumah sakit," ujar Luhut.

Luhut juga mengusulkan agar ada penambahan fasilitas rumah sakit, terutama untuk ruang ICU dan isolasi. "Kemenkes diharapkan dapat membantu untuk ketersediaan nakesnya," ujar

Lebih lanjut, Luhut meminta penegakan aturan PPKM Level 4 di Solo Raya perlu dilakukan untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

"Tanpa penguatan di hulu, kapasitas respons di sektor hilir akan full dan menyebabkan peningkatan angka kematian," lanjutnya.

Sementara itu, di DIY, meski tren kasus positif dan angka kematian masih tinggi, indeks mobilitas sudah mulai menurun seiring dengan penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat yang terjadi dalam dua minggu terakhir.

Respons Walkot Solo

Merespons imbauan Luhut, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming mengungkapkan isolasi terpusat saat ini masih memiliki ruang besar dengan kapasitas 1.700 tempat tidur, tapi baru terisi sebanyak 402 tempat tidur. Hal ini terjadi lantaran warga yang positif COVID-19 lebih memilih isolasi mandiri di rumah.

Dia juga menjelaskan alasan bed occupancy rate (BOR) di wilayahnya tinggi. Sebab, rumah sakit di Solo Raya banyak menampung pendatang dari daerah lain.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga meminta proses vaksinasi di daerah sekitar Solo agar dipercepat untuk menekan laju angka kasus.

Simak video 'Dalam Seminggu, 215 Pasien Isoman COVID-19 di Yogya Meninggal Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)