Walkot Cilegon Usut Pemakaman COVID-19 'Dipalak' Rp 4 Juta

M Iqbal - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:04 WIB
Walkot Cilegon Helldy Agustian (M Iqbal/detikcom)
Walkot Cilegon Helldy Agustian (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Wali Kota (Walkot) Cilegon Helldy Agustian bakal menelusuri soal warga 'dipalak' Rp 4 juta untuk memakamkan jenazah COVID-19 di tempat permakaman Makam Balung. Pihaknya mengaku belum menerima laporan terkait kabar itu.

Helldy mengatakan tidak boleh ada lagi 'pemalakan' kepada keluarga jenazah COVID-19, terlebih saat kondisi perekonomian turun akibat pandemi Corona.

"Nanti kita telusuri yang kayak begitu, zaman susah begini diminta Rp 4 juta lagi," kata Helldy kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Pihaknya bakal menelusuri siapa yang 'dipalak' dan sudah berapa orang yang kena 'palak' Rp 4 juta untuk memakamkan jenazah.

"Kan kita belum tahu nih informasinya, siapa yang meninggal jadi kita nggak bisa komentar banyak," kata dia.

Helldy menambahkan pemerintah kota sudah menyiapkan lahan khusus protokol COVID-19 di Kelurahan Cikerai. Luas lahannya disebut mencapai 10 hektare.

"Kan kita sudah ada makam di Cikerai sudah kita alokasi ada 10 hektare," tuturnya.

Warga Berteriak 'Dipalak'

Sebelumnya, warga menyatakan keberatan karena biaya pemakaman dengan protokol COVID-19 di tempat pemakaman Makam Balung dipatok Rp 4 juta.

Warga 'dipalak' Rp 4 juta oleh pihak yang mengaku pengurus di tempat permakaman Makam Balung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

"Yang meminta pengurus pemakaman. Saya bayar ke mereka Rp 4 juta, itu sudah clear," kata Ketua RT 007 RW 005, Kelurahan Ciwedus, Tono Santana, Senin (26/7).

Biaya pemakaman Rp 4 juta tersebut sudah berlangsung sejak Juni lalu. Tono mengaku dirinya sering dimintai tolong oleh pihak keluarga pasien COVID-19 yang meninggal dan hendak dimakamkan di tempat pemakaman Makam Balung.

Sejak Juni tersebut, Tono selaku Ketua RT sudah mengurus 5 warga di lingkungannya yang meninggal akibat COVID-19 dan dimakamkan di Makam Balung. Pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB, dia juga mengurus pemakaman salah seorang warganya yang meninggal akibat COVID-19.

"Kalau Rp 2 juta atau Rp 2,5 juta masih masuk akal, kalau Rp 4 juta kasihan juga sohibul musibah-nya juga, karena mereka mengeluarkan biaya juga segala macem, saat isoman juga kan pasti banyak biaya keluar," kata dia.

(jbr/jbr)