Dokter Pemalsu Surat Swab Penumpang Pelabuhan Merak Ditangkap

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:43 WIB
Dokter Pemalsu Surat Swab
Polisi menangkap sindikat pemalsu surat hasil tes swab. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Lima orang termasuk dokter ditangkap polisi karena terlibat sindikat pemalsu surat swab antigen yang jadi syarat penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten. Mereka beroperasi di kala ada penerapan PPKM Darurat dan PPKM Level 3-4.

Kelima tersangka adalah dr RF, DS, RO, YT, dan RS. Aksi mereka mulai tercium polisi pada Jumat (23/7) dan diringkus polisi di beberapa tempat di Cilegon.

Direskrimum Polda Banten Kombes Ade Rahmat Idnal mengatakan pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat bahwa ada jual beli hasil rapid antigen di Pelabuhan Merak tanpa prosedur pemeriksaan. Tim menelusuri dan menangkap tersangka DS yang jadi otak lapangan pencari penumpang.

DS dibekuk polisi begitu masuk ke gerbang Pelabuhan Merak menggunakan mobil berisi penumpang. Para penumpang ini membawa surat hasil swab antigen palsu.

"Jasa surat antigen ini Rp 100 ribu dengan syarat KTP," kata Ade di Mapolda Banten, Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Senin (26/7/2021).

KTP penumpang ini oleh DS kemudian diserahkan kepada seorang dokter yang belum punya izin praktik inisial dr RF asal Lampung. Ia kemudian membuat surat antigen sebagai syarat penyeberangan di pelabuhan.

Mereka, lanjut Ade, sudah beroperasi di Merak sejak Mei 2021. Biasanya DS berperan sebagai pencari penumpang dan sisanya adalah supir. Aksi pemalsuan ini saat PPKM Darurat, dan PPKM Level 3-4 lebih gencar karena banyak permintaan dari calon penyeberang.

"Ini omset jutaan rupiah, sehari bisa beberapa puluh surat swab antigen, yang bersangkutan dokter belum punya izin praktik dan hanya bermodal coass (co-assistant)," tutur Ade.

Tersangka dr RF mengaku sehari bisa puluhan orang yang dibuatkan surat swab antigen palsu. Ia mengaku dibantu oleh tersangka lain untuk mencari kendaraan dan penumpang untuk diseberangkan ke Bakauheni.

"Saya buatkan langsung tanpa tes, per orang seratus ribu, per hari biasanya 5-10 orang," ujar RF.

(bri/bbn)