KSPI Tuding TransJ Kerja 100% di Masa PPKM Level 4, Dirut Membantah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:47 WIB
Demo buruh di kawasan Istana Negara membuat lalu lintas di area itu ditutup sementara. Penutupan itu membuat bus TransJakarta menumpuk di Halte Hayam Wuruk.
Ilustrasi antrean Bus TransJakarta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyentil Gubernur DKI Anies Baswedan soal para karyawan TransJakarta disebutnya bekerja 100 persen selama PPKM level 4. Dia meminta Anies tak cuma sidak ke kantor lain.

Said Iqbal awalnya bicara soal tingkat penyebaran Corona yang tinggi terhadap karyawan TransJakarta. Dia menyebut ada 20 karyawan TransJakarta yang meninggal karena Corona.

"Hari ini saya baru mendapatkan laporan tingkat kematian para pekerja, buruh, karyawan TransJakarta lebih dari 20 orang," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Bicaralah Buruh, Senin (26/7/2021).

Dia mengatakan tingkat penyebaran Corona terhadap karyawan TransJakarta berada di atas 10 persen. Dia mempertanyakan apa yang terjadi dengan Pemprov DKI.

"Terutama Kadishub Pemda DKI Jakarta, disurvei. Ada apa ini dengan Gubernur DKI Jakarta?" tuturnya.

Dia meminta Anies tak cuma sidak ke perusahaan lain. Said Iqbal mengatakan Anies seharusnya mengecek kondisi di perusahaan yang berada di bawah Pemprov DKI.

"Di rumahnya sendiri saja, TransJakarta, BUMD Pemda DKI. 20 orang pekerja, buruh, sudah meninggal Pak Gubernur dan ratusan orang sudah tertular COVID-19. Tidak ada yang kerja WFH (work from home) 50 persen, WFO (work from office) 50 persen. Jangan sidak ke perusahaan lain, di rumah sendiri tidak disidak. Ini data," ucapnya.

Dia meminta ada kerja bergilir bagi para karyawan TransJakarta. Dia menegaskan KSPI tak ingin para pekerja berhenti hingga kegiatan operasional juga terganggu.

"Bergilir, diatur, operasional juga. Ini nih silakan dilihat data-datanya," tuturnya.

Dirut TransJakarta Bantah Said Iqbal

Dirut TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, membantah ucapan Iqbal. Dia menantang Said Iqbal membuka data yang dimaksud.

"Sebelum PPKM aja kita tuh WFO 25 persen, begitu PPKM cuma 10 persen, 10 persen itu adalah command center dan bagian pembayaran udah. Yang lain wajib di rumah bahkan di surat edaran kita menyampaikan, (kalau) sampai lu waktunya WFH jalan-jalan, perusahaan akan sanksi. Jadi sampai di rumah aja kita paksa di rumah," ujar Sardjono.

Dia juga menjelaskan soal penularan COVID-19 terhadap karyawan TransJakarta seperti yang disebut Iqbal. Dia mempertanyakan dari Said Iqbal mendapat data soal penularan di atas 10 persen.

"Penularan TJ di TransJakarta lebih dari 10 persen, datanya dari mana? Datanya dari mana? Kok bisa-bisanya mendata TransJakarta, ada ribuan perusahaan, kok TJ datanya yang diketahui? Ya sudah tidak apa-apa. Yang terpenting adalah tidak ada satu pun yang bergembira ketika karyawannya meninggal. Nah kalau dia mau tahu, dia tanya sama orang-orang di TransJakarta yang sakit terus sembuh bagaimana pelayanan manajemen," tuturnya.

"Lalu tanya kepada karyawan bagaimana pelaksanaan di TransJakarta, vaksin kita duluan, orang lain belum ribut vaksin, kita udah 1.800 vaksin untuk karyawan TJ, sekarang tambah keluarga," sambung Sardjono.

Dia juga mengatakan tes serta pelacakan kontak erat terhadap karyawan TransJakarta juga dilakukan secara masif. Menurutnya, tes PCR terhadap para karyawan TransJakarta telah dilakukan sejak awal COVID-19 terdeteksi.

"Sekarang ini udah mulai dari tahun lalu kita random check antigen swab setiap hari minimum 200 dan itu ada datanya. Jadi kita nggak perlu nanggepin orang, kita tunjukin datanya aja," ujarnya.

Dia juga mengatakan selama ini TransJakarta sudah mengatur sif kerja karyawan selama pandemi Corona. Selain itu, dia mengatakan sudah ada surat edaran sejak 23 Juli 2021 agar 100 persen para karyawan di kantor TransJakarta bekerja dari rumah. Surat edaran nomor 30/SE-PT.TJ/VII/2021 itu juga ditebuskan ke serikat pekerja TransJakarta.

Selain itu Sardjono juga membela Anies yang dikritik Said Iqbal. Dia menyebut Anies telah memberi arahan jelas soal pembatasan karyawan di kantor sebelum PPKM berlaku.

"Begini, orang belum ngapa-ngapain, Pak Anies itu persis sebelum PPKM, semua pimpinan BUMD, pimpinan SKPD dan sebagainya itu sudah dikumpulkan bersama-sama dengan yang lain. Diberikan arahan gitu. 'Ini meningkat ya' disajikan data, ini begini, ini begitu, diperlukan langkah-langkah ekstrem untuk begini-begini, itu langsung ditindaklanjuti oleh semua," ujarnya.

Sardjono berharap Said Iqbal tidak mempolitisasi pandemi Corona, apalagi menyeret TransJakarta. Dia juga mengatakan TransJakarta tidak pernah mengabaikan keselamatan pegawainya selama pandemi Corona.

"Jangan ginilah, jangan segala sesuatu itu dipolitisir, jangan. TransJ itu bukan lembaga politik, TransJ itu pelayanan masyarakat," ucapnya.

(haf/hri)