KSPI Tuding TransJ Kerja 100% di Masa PPKM Level 4, Dirut Membantah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:47 WIB
Demo buruh di kawasan Istana Negara membuat lalu lintas di area itu ditutup sementara. Penutupan itu membuat bus TransJakarta menumpuk di Halte Hayam Wuruk.
Ilustrasi antrean Bus TransJakarta (Rengga Sancaya/detikcom)

Dia juga mengatakan tes serta pelacakan kontak erat terhadap karyawan TransJakarta juga dilakukan secara masif. Menurutnya, tes PCR terhadap para karyawan TransJakarta telah dilakukan sejak awal COVID-19 terdeteksi.

"Sekarang ini udah mulai dari tahun lalu kita random check antigen swab setiap hari minimum 200 dan itu ada datanya. Jadi kita nggak perlu nanggepin orang, kita tunjukin datanya aja," ujarnya.

Dia juga mengatakan selama ini TransJakarta sudah mengatur sif kerja karyawan selama pandemi Corona. Selain itu, dia mengatakan sudah ada surat edaran sejak 23 Juli 2021 agar 100 persen para karyawan di kantor TransJakarta bekerja dari rumah. Surat edaran nomor 30/SE-PT.TJ/VII/2021 itu juga ditebuskan ke serikat pekerja TransJakarta.

Selain itu Sardjono juga membela Anies yang dikritik Said Iqbal. Dia menyebut Anies telah memberi arahan jelas soal pembatasan karyawan di kantor sebelum PPKM berlaku.

"Begini, orang belum ngapa-ngapain, Pak Anies itu persis sebelum PPKM, semua pimpinan BUMD, pimpinan SKPD dan sebagainya itu sudah dikumpulkan bersama-sama dengan yang lain. Diberikan arahan gitu. 'Ini meningkat ya' disajikan data, ini begini, ini begitu, diperlukan langkah-langkah ekstrem untuk begini-begini, itu langsung ditindaklanjuti oleh semua," ujarnya.

Sardjono berharap Said Iqbal tidak mempolitisasi pandemi Corona, apalagi menyeret TransJakarta. Dia juga mengatakan TransJakarta tidak pernah mengabaikan keselamatan pegawainya selama pandemi Corona.

"Jangan ginilah, jangan segala sesuatu itu dipolitisir, jangan. TransJ itu bukan lembaga politik, TransJ itu pelayanan masyarakat," ucapnya.


(haf/hri)