Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Ini Cara Gubernur Gorontalo Beri Bansos

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 15:42 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie
Foto: Pemprov Gorontalo-Gubernur Gorontalo Rusli Habibie
Jakarta -

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19. Hal ini sebagaimana instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang meminta Kepala Daerah terjun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan bantuan sembako.

Rusli mengatakan sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, pihaknya terus memberikan bantuan. Salah satunya dengan menggencarkan program bakti sosial NKRI Peduli yang sudah berlangsung sejak tahun 2012. Jika dulu sasarannya hanya warga kurang mampu, menurutnya di tahun 2021 target penerima bantuan meluas hingga mencakup pengemudi bentor/ojek online, pelaku pariwisata, karyawan hotel, kuli pelabuhan, bandara, terminal dan sebagainya.

Adapun bantuan tersebut berupa sembako yang terdiri dari beras 5 kg, minyak 1 liter, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, ikan segar 1 kg, serta rempah rempah bawang merah, bawang putih dan cabai masing-masing setengah kilogram.

Kendati demikian dikatakan Rusli bantuan Pemprov Gorontalo tahun 2021 mengalami pengerucutan usai mendapat evaluasi BPK, yang kemudian dilakukan melalui sistem tender. Akibatnya rempah rempah yang nominalnya fluktuatif dan mudah basi terpaksa harus dihilangkan. Sebagai gantinya, alokasi beras ditambah menjadi 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 1 kilogram dan ikan segar 1 kg.

"Bantuan ini bukan uang saya. Ini uang yang kami kumpulkan dari ASN pemprov dalam bentuk zakat mal, dikelola oleh BAZNAS dan dibagikan kepada rakyat," kata Rusli dalam keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut ia merinci 2 metode yang digunakan agar bantuan bahan pokok itu sampai di tangan warga yang membutuhkan. Pertama, menjalin kerja sama dengan Baznas Provinsi. Setiap item bantuan dibeli habis oleh BAZNAS untuk kemudian disalurkan secara gratis.

Sementara cara kedua melalui subsidi APBD Pemprov Gorontalo. Metode ini dinilainya cukup lambat terealisasi karena harus ditender dengan nilai anggaran Rp 18 miliar. Semua bahan pokok harus ditender, pemenang harus menyanggupi menyediakan semua bahan pokok yang akan didistribusi ke 90.000 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

"Pak Presiden selalu berpesan agar negara hadir di tengah-tengah rakyat. Apa yang kami lakukan sebagai bukti bahwa negara hadir dan peduli dengan ibu bapak sekalian," jelasnya.

Ia menjelaskan berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Gorontalo hingga saat ini program Baksos NKRI Peduli sudah menjangkau 34 kecamatan, 221 desa dan 19.604 KPM. Jumlah ini termasuk warga terdampak lainnya, seperti buruh pelabuhan, bandara, terminal, supir angkutan umum, bentor, ojek online, pelaku pariwisata, dan lain sebagainya.

Selain itu, Rusli menyebut Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Pemprov Gorontalo yang hanya Rp 940 miliar direfocusing sebesar Rp 75,2 miliar dalam rangka membantu penanganan COVID-19. Sedangkan Rp 14 miliar di antaranya diperuntukkan bagi biaya insentif tenaga kesehatan (nakes).

Dikatakannya angka serapan anggaran untuk nakes terbilang baik. Ia mengatakan per 23 Juli 2021 pihaknya sudah membayarkan Rp 7,57 miliar atau 52,72 Persen dari total insentif nakes. Adapun rinciannya yaitu Rp 1,22 miliar untuk 154 orang dokter spesialis, Rp 761 juta untuk 193 orang dokter umum dan dokter gigi serta Rp 471 miliar untuk 783 orang bidan dan perawat. Ada juga insentif bagi 203 tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 866 juta.

Di samping mengupayakan anggaran penanganan COVID-19, Rusli mengaku dirinya memiliki semangat untuk terus melayani masyarakat. Bahkan, ia dan istrinya dinyatakan positif COVID-19 pada 21 Juli lalu usai menyapa warga di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato. Rusli mengungkapkan setiap pekan dia dan sang istri turun langsung ke kecamatan untuk mengecek kondisi masyarakat.

Simak video 'Mendagri Minta Pemda 'Berbagi Beban' Siapkan Bansos Selama PPKM':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)