Ditolak RS AWS Samarinda Gegara 250 Nakes Isoman, Nenek Ini Wafat di Ambulans

Suriyatman - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 14:30 WIB
Seorang nenek meninggal di ambulans karena ditolak RSUD AW Syahranie. (dok. Istimewa)
Foto: Seorang nenek meninggal di ambulans karena ditolak RSUD AW Syahranie. (dok. Istimewa)
Samarinda -

Keributan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Sebabnya, ada seorang nenek 80 tahun ditolak dirawat dan meninggal dunia karena tenaga medis yang terbatas.

Seorang warga, Yuda Herlin Pratama (23) menyebut dirinya melarikan ibundanya berusia 80 tahun ke RSUD AW Syahranie pada Senin (26/7/2021). Ibunya dilarikan ke rumah sakit itu karena mengalami sesak nafas.

Namun, mobil ambulans yang membawa ibunya diberhentikan di pintu masuk rumah sakit oleh 2 orang petugas keamanan.

"Mereka setop mobil ambulans yang membawa ibu saya dan melarang masuk mobil ambulan dengan alasan rumah sakit sudah penuh, padahal saat itu ibu saya lagi membutuhkan pertolongan," kata Yuda kepada detikcom dilokasi kejadian.

Meski ditolak, Yuda terus berupaya agar ibunya bisa dimasukkan ke dalam rumah sakit dan mendapat perawatan. Namun petugas tetap melarang masuk karena tempat tidur telah penuh dan oksigen habis.

"Mereka juga mengatakan tempat tidur maupun oksigen habis sehingga mereka terus melarang mobil ambulans milik masjid At Taufik yang membawa ibu saya masuk," jelas Yuda.

Setelah berdebat 20 menit lamanya, Yuda diizinkan memasukkan ibunya ke UGD rumah sakit. Namun karena tidak langsung ditangani, ibunda Yuda meninggal dunia di depan pintu UGD.

"Karena kesal dengan ulah rumah sakit keluarga pun akhirnya mengamuk dan meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit, khususnya dua petugas keamanan yang sempat menghadang ambulance tadi," kata Yuda.

"Banyak sekali keanehan yang kami lihat di rumah sakit, dari pintu masuk yang dipalang hingga pintu UGD yang di borgol agar orang tidak bisa masuk. Masalah kembali muncul saat kami mau meminta agar jenazah ibu saya diperiksa swap antigen agar bisa menyakinkan warga sekitar bahwa ibu saya tidak COVID," jelasnya.

RSUD AW Syahranie Samarinda Akui Tolak Pasien Karena Tenaga Medis Terbatas

Direktur RSUD AW Syahranie Samarinda membenarkan keributan akibat ibunda Yuda meninggal di pintu IGD karena sempat ditolak dan tidak langsung menerima pelayanan. Hal itu terjadi karena RSUD AW Syahranie Samarinda sudah tidak mampu menerima dan merawat pasien.

"Memang benar ada kejadian seperti itu, namun itu kemampuan kami menangani pasien sudah sampai batas maksimal, dampaknya seperti ini pasti akan terjadi," kata Direktur RSUD AW Syahranie Samarinda dr David Hariadi melalui juru bicaranya, dr Arysia Andhina kepada detikcom, Senin (26/7).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.