Viral Pria di Malaysia Maki Jokowi-Kaitkan PKI dengan COVID di Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:31 WIB
Viral Pria di Malaysia Maki Jokowi-Kaitkan PKI dengan COVID di Aceh (dok. Istimewa)
Foto: Viral Pria di Malaysia Maki Jokowi-Kaitkan PKI dengan COVID di Aceh (dok. Istimewa)
Banda Aceh -

Video yang memperlihatkan seorang pria memaki Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pandemi COVID-19 viral di media sosial. Polisi menyebut pelaku berada di Malaysia.

Dalam video dilihat detikcom, Senin (26/7/2021), pria itu memperlihatkan seorang pria berbicara dalam bahasa Indonesia bercampur bahasa Melayu. Dalam video tampak foto Presiden Jokowi dengan pose tengah berbicara.

Di bawah foto Jokowi tertulis 'Wufan Maulana' dan pada video terdapat tulisan 'berhati-hatilah hidup di fase mulkan jabariyan'. Dalam video, pria tersebut menyebut di Aceh tidak ada Corona.

Pria itu kemudian menyebut Jokowi memasukkan PKI ke Aceh dengan alasan zona merah Corona. Dia juga menyamakan presiden dengan binatang.

"Kau ini mau di-sniper di kepala kau baru kau mundur sekalian nyawa kau masuk dalam kubur," ujarnya.

Selain itu, pria itu juga menyinggung TNI-Polri telah disogok Jokowi sehingga bila melawan akan hilang jabatan. Dia juga meminta masyarakat membakar tempat pemeriksaan COVID-19 yang disebutnya dibuat oleh PKI.

"Saya imbau kepada bangsa saya yang ada di bumi Aceh. Kalau ada tim medis PKI masuk Aceh untuk mengecek COVID-19 segera bakar di mana dia buat tempat itu mengecek COVID dibakar tempat itu, dibakar massal. Bangkit bangsaku. Bangkit," katanya.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, menyebut polisi telah mengantongi identitas pelaku. Polisi telah mendapatkan data keluarga termasuk mendatangi kediaman keluarga pelaku.

"Kita mendapatkan beberapa informasi terkait pelaku hate speech tersebut. Dan saat ini kita sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut dan kita mengetahui identitas pelaku," kata Winardy saat dimintai nkonfirmasi detikcom.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Winardy, pelaku diketahui merantau ke Malaysia sejak 2015. Di sana, pelaku disebut bekerja serabutan.

"Pelaku sejak merantau tidak pernah pulang ke kampung halamannya," ujar Winardy.

Simak juga 'Mahfud: Demo 'Jokowi End Game' Tidak Ada, Provokatornya Kita Temui':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/haf)