ADVERTISEMENT

Round-Up

Fakta Terbaru Heboh Pria Positif Corona di Sumut Dianiaya Warga

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 07:45 WIB
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Foto: Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Jakarta -

Video seorang pria diduga dianiaya warga karena positif Corona membuat heboh jagat dunia maya. Kabar yang beredar bahwa pria tersebut dianiaya oleh warga di kampungnya.

Dalam video terlihat ada sejumlah orang berdiri dan berkerumun di lokasi. Ada sebagian dari mereka memegang benda seperti kayu, ada juga yang memegang tali.

Tampak juga seorang pria seperti diseret menggunakan tali. Sementara dari arah belakang pria itu, ada beberapa orang menempelkan kayu di tubuh si pria tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara (Sumut), pada Kamis (22/7). Pria yang menjadi korban dalam video tersebut adalah Salamat Sianipar (45).

Namun belakangan terungkap fakta baru. Pada intinya, pria tersebut bukan lah dianiaya, melainkan warga hanya mengamankan. Berikut fakta-faktanya:

Bantahan dari Pemkab Toba

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatera Utara (Sumut) memberikan penjelasan terkait adanya seorang pria yang disebut dalam kondisi positif Corona dianiaya warga kampung. Pemkab mengatakan pria itu bukan dianiaya, namun diamankan karena lari saat menjalani isolasi mandiri (Isoman).

"Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini," kata Bupati Toba, Poltak Sitorus, (Sabtu 24/7).

Poltak mengatakan hal itu setelah pihaknya sudah menemui pihak keluarga dari Selamat untuk mendapatkan informasi terkait hal ini. Poltak mengatakan pemerintah Kabupaten Toba telah membawa Selamat ke RSUD untuk menjalani perawatan.

"Beliau sudah kita posisikan di RSUD Porsea," ujarnya.

Coba Tularkan Virus ke Warga

Keluarga dari pria bernama Selamat Sianipar itu pun memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Istri dari Selamat, Risma Sitorus, mengatakan warga terpaksa melakukan hal itu kepada suaminya. Sebab, suaminya mencoba menularkan virus kepada keluarga dan warga yang ada di kampung itu.

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata Risma, Minggu (25/7).

Berulang Kali Pulang Saat Isoman

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

"Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya.

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19. Namun aksi warga untuk mengamankan Selamat Sianipar gagal dan suami ku itu berhasil kabur ke hutan," ujar Risma.

Di hari berikutnya, Selamat kembali datang ke desa. Warga yang mengetahui kedatangan Selamat kembali mencoba mengamankan dengan menggunakan kayu dan bambu.

"Kemudian Selamat Sianipar berhasil diamankan lalu diantarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Porsea. Namun, pada malam harinya, ia kembali kabur dari rumah sakit," ungkapnya.

Risma mengatakan Selamat kembali diamankan pada Sabtu (24/7). Warga yang mengamankan kembali mengantarkan Selamat ke RSUD.

Salah seorang keluarga Selamat, Erik Sianipar, juga mengaku aksi warga itu dilakukan untuk mengamankan selamat. Hal itu dilakukan warga karena Selamat positif Corona.

"Dengan menggunakan kayu dan bambu sebagai upaya menjaga jarak agar tidak tertular COVID-19 cara saya bersama warga untuk mengamankan Selamat Sianipar," jelas Erik.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT