Satgas Respons Pria Positif COVID di Sumut yang Ludahi Warga Berujung Dianiaya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 17:33 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas COVID-19 merespons kejadian pria yang positif virus Corona di Toba, Sumatera Utara (Sumut), dianiaya warga yang belakangan diketahui ternyata penganiayaan dilakukan karena pria itu mencoba meludahi warga. Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengaku miris melihat kejadian tersebut.

"Miris melihat kejadian seperti ini yang sebenarnya dapat diantisipasi," kata Wiku kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).

Wiku menerangkan, pemerintahan di tingkat desa atau kelurahan semestinya menggencarkan lagi perihal informasi seputar virus COVID-19. Informasi itu, menurut Wiku, bukan hanya terkait virusnya, tetapi juga bagaimana menghadapi orang di sekitar yang sedang terpapar virus COVID-19.

"Dari kejadian ini, kita dapat belajar bahwa pemerintah desa/kelurahan setempat perlu mengintensifkan kembali informasi seputar COVID-19, bukan hanya soal virusnya namun lebih informasi yang praktikal seperti bagaimana cara menghadapi orang di sekitar kita yang positif COVID-19," ujarnya.

Wiku mengatakan langkah selanjutnya adalah memastikan tempat isolasi yang nyaman untuk mereka yang terpapar Corona. Menurut Wiku, pemerintah desa harus mengupayakan tempat isolasi yang sudah terintegrasi oleh pemerintah pusat atau bisa saja memilih isolasi mandiri, namun tetap dalam pengawasan puskesmas setempat.

"Pembelajaran kedua ialah untuk kasus positif yang penanganan lanjutannya ialah isolasi maka utamakan memilih upaya isolasi terpusat, jika fasilitas tidak memungkinkan maka opsi isolasi mandiri di rumah dapat dipilih dengan catatan langsung melaporkan kepada RT dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat," katanya.

Wiku berharap kejadian yang terjadi di Toba ini merupakan kejadian untuk terakhir kalinya. Wiku meminta masyarakat mematuhi protokol COVID-19.

"Saya berharap ini adalah kejadian terakhir yang mampu dijadikan pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah menghakimi serta menyadari bahwa lawan yang sebenarnya ialah virus bukan penderitanya maka cara terbaik untuk melindungi diri sendiri bahkan orang lain ialah mematuhi protokol kesehatan secara kolektif," imbuhnya.

Diketahui, Video seorang pria yang disebut positif virus Corona atau COVID-19 dianiaya sejumlah orang di Toba, Sumatera Utara (Sumut), viral. Keluarga dari pria bernama Selamat Sianipar itu pun memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut.

Istri dari Selamat, Risma Sitorus, mengatakan warga terpaksa melakukan hal itu kepada suaminya. Sebab, suaminya mencoba menularkan virus kepada keluarga dan warga yang ada di kampung itu.

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata Risma.

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

"Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19. Namun aksi warga untuk mengamankan Selamat Sianipar gagal dan suami ku itu berhasil kabur ke hutan," ujar Risma.

Di hari berikutnya, Selamat kembali datang ke desa. Warga yang mengetahui kedatangan Selamat kembali mencoba mengamankan dengan menggunakan kayu dan bambu.

"Kemudian Selamat Sianipar berhasil diamankan lalu diantarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Porsea. Namun, pada malam harinya, ia kembali kabur dari rumah sakit," ungkapnya.

Risma mengatakan Selamat kembali diamankan pada Sabtu (24/7). Warga yang mengamankan kembali mengantarkan Selamat ke RSUD.

Salah seorang keluarga Selamat, Erik Sianipar, juga mengaku aksi warga itu dilakukan untuk mengamankan selamat. Hal itu dilakukan warga karena Selamat positif Corona.

"Dengan menggunakan kayu dan bambu sebagai upaya menjaga jarak agar tidak tertular COVID-19 cara saya bersama warga untuk mengamankan Selamat Sianipar," jelas Erik.

Simak video 'Detik-detik Pria di Tobasa Diikat-Dipukuli Gegara Positif Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]




(whn/yld)