Jokowi: Angka Kematian COVID-19 Harus Ditekan Semaksimal Mungkin!

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 19:39 WIB
Hari Ulang Tahun Jokowi, Intip Momen Blusukannya Belanja Buah di Pasar
Presiden Jokowi (Instagram Jokowi)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta angka kematian akibat corona ditekan secara maksimal. Jokowi menyoroti angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia yang terjadi peningkatan.

"Angka kematian harus ditekan semaksimal mungkin," kata Jokowi dalam konferensi pers disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7/2021).

Selain itu, Jokowi memerintahkan bagi daerah yang memiliki angka kematian yang tinggi untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit dan tempat isolasi pasien COVID-19 serta meningkatkan stok oksigen di RS atau bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri.

"Untuk daerah-daerah yang memiliki angka kematian yang tinggi peningkatan kapasitas rumah sakit, isolasi terpusat, dan juga ketersediaan oksigen perlu ditingkatkan segera," ungkapnya.

Selain itu Jokowi meminta para menteri gencar memberikan vitamin dan obat-obatan bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri dan warga yang sedang mendapat perawatan di RS. Jokowi juga meminta pemerintah daerah menggencarkan testing untuk mendeteksi warga yang positif Corona.

"Kita harus selalu waspada ada kemungkinan dunia akan menghadapi varian lain yang lebih menular, oleh karena itu saya perintahkan testing, tracing bisa ditingkatkan lebih tinggi dan respons treatment yang cepat untuk menekan laju penularan dan meningkatkan angka kesembuhan," ujarnya.

Sebelumnya, kasus kematian COVID-19 meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap beragam faktor yang melatarbelakanginya.

"Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor: kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah," kata Luhut dalam dalam keterangannya, Sabtu (24/7/2021).

Luhut juga menyebut rata-rata pasien yang meninggal menderita komorbid belum menerima vaksinasi. Atas hal itu, Luhut meminta ada upaya intervensi terkait sejumlah faktor tersebut.

"Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat," ucapnya.

(yld/knv)