Kepastian PPKM Diumumkan Malam Ini, Pelonggaran untuk Warung Dikaji

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 17:20 WIB
Beberapa ruas jalan di Ibu Kota yang terdampak pembatasan mobilitas tampak sepi kosong melompong. Beginilah potret Jakarta yang tertidur lebih awal.
Ilustrasi Pembatasan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Masa perpanjangan PPKM bakal berakhir hari ini. Keputusan terkait nasib pelonggaran PPKM tersebut bakal diumumkan malam nanti. Pemerintah mengkaji secara mendalam untuk bisa melakukan relaksasi dine in di warung makan namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat.

Berdasarkan informasi yang didapat detikcom, Minggu (25/7/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas terkait PPKM berlevel pada pagi tadi. Jokowi kemudian melanjutkan rapat untuk menyerap aspirasi kepala daerah pada sore ini. Jokowi direncanakan menggelar konferensi pers terkait PPKM pada pukul 19.00 WIB malam ini.

Sejumlah poin pembahasan muncul dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi. Untuk PPKM level 4, muncul pembahasan terkait mal yang diusulkan tetap ditutup pada pekan depan. Setelah itu, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan buka atau tidaknya mal di pekan selanjutnya.

Hal penting lain yang dibahas dalam rapat itu adalah terkait makan di tempat diperbolehkan di warung-warung PKL. Kapasitasnya dibatasi maksimal tiga orang dan maksimal berada dalam warung selama kurang-lebih 20 menit.

Jika kebijakan mengenai warung makan ini benar-benar disetujui, maka ini merupakan bentuk relaksasi dari pembatasan sebelumnya. Dalam PPKM level 4 yang berlaku pada Selasa hingga hari Minggu ini, warung makan hingga restoran tak boleh membuka fasilitas dine in, melainkan hanya bisa take away.

Sinyal mengenai pelonggaran PPKM ini sebelumnya disampaikan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pelonggaran atau relaksasi secara bertahap akan dilakukan jika kasus Corona menurun.

"Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan langsung secara langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

Kabar mengenai pelonggaran PPKM juga disampaikan epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono. Pandu meminta semua bersiap jika PPKM direlaksasi berdasarkan levelnya.

"Bersiaplah kemungkinan adanya penurunan level PPKM, paling tidak di wilayah Jawa. Peningkatan perilaku pakai masker yang benar dan konsisten. Perlu edukasi publik melalui media visual dan cerita yang menarik. Kehidupan masyarakat kecil bisa berjalan. Tingkatkan peran serta masyarakat," kata Pandu Riono melalui cuitannya di Twitter, Minggu (25/7/2021).

detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutip cuitan tersebut. Dia juga mendorong agar tes Corona, tracing, dan isolasi pasien Corona juga menjadi perhatian. Ketiga hal ini harus ditingkatkan.

"Akan direlaksasi di Jawa, persyaratan ada bukan hanya perilaku tapi juga tes-lacak-isolasi yang harus meningkat," ungkapnya.

Berikut ini data kasus Corona selama masa perpanjangan PPKM:

Kasus Positif Corona

21 Juli 2021: 153.330 spesimen (33.772 kasus)
22 Juli 2021: 294.470 spesimen (49.509 kasus)
23 Juli 2021: 274.246 spesimen (49.071 kasus)
24 Juli 2021: 262.696 spesimen (45.416 kasus)
25 Juli 2021: 173.472 spesimen (38.679 kasus)

Kasus Kematian Corona

21 Juli 2021: 1.383 kematian
22 Juli 2021: 1.449 kematian
23 Juli 2021: 1.566 kematian
24 Juli 2021: 1.415 kematian
25 Juli 2021: 1.266 kematian

Kasus Kesembuhan Corona

21 Juli 2021: 32.887
22 Juli 2021: 36.370
23 Juli 2021: 38.988
24 Juli 2021: 39.767
25 Juli 2021: 37.640

Simak video 'Syarat agar Level PPKM Suatu Daerah Bisa Turun':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/fjp)