Wagub DKI Minta Warga yang Ingin Kremasi Tidak Pakai Calo

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 15:11 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria memenuhi undangan klarifikasi terkait kerumunan acara Habib Rizieq Syihab di Petamburan. Riza mengaku kedatangannya tersebut sebagai bentuk kewajibannya sebagai warga negara. Riza tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB.
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberi peringatan kepada pengusaha dan para pemilik yayasan agar tidak mencari keuntungan dengan menaikkan harga kremasi di masa pandemi COVID-19. Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak menggunakan jasa calo kremasi.

"Juga bagi masyarakat yang ingin dikremasi tidak melalui calo, silakan sampaikan langsung pada tempat-tempat kremasi yang sudah ada. Jadi kami minta jangan melalui calo," ujar Riza Patria kepada wartawan di Meruya Selatan, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2021).

Riza juga mengatakan jika saat ini para aparat tengah memberantas pihak-pihak yang mengambil kesempatan di tengah pandemi COVID-19. Dia mengimbau masyarakat agar dapat berbagi satu sama lain di masa sulit seperti ini.

Pemprov DKI juga telah bekerja sama dengan Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh Sumbar Riau untuk membangun Krematorium di TPU Tegal Alur. Kini, krematorium tersebut diketahui telah beroperasi sejak kemarin (24/7).

"Alhamdulillah sudah jalan, kami bersyukur terima kasih para pihak yayasan, komunitas semua masyarakat yang ingin membantu kolaborasi bersama membangun krematorium di Tegal Alur," kata Riza.

Diberitakan sebelumnya, krematorium tersebut dipasang di area TPU Tegal Alur umat kristiani. Didirikannya krematorium tersebut diharapkan dapat membantu umat kristiani yang menginginkan jenazah keluarganya dikremasi terlayani dengan baik.

"Jadi masalah saat ini banyak kartel. Banyak orang cari kenikmatan sampai Rp 80 juta, sampai Rp 40 juta. Atas dasar itu, saya sebagai Ketua Umum Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh Sumatera saya punya mesin. Jadi saya pasang dulu di sini," jelas Andreas.

"Sukarela, kami nggak pungut bayar, kami pinjamkan ke DKI. Jadi pelayanan kami semua gratis. Kami dalam atasi masalah ini, kami bersama pemda karena pemda nggak punya mesin krematorium. Jadi bagian keperdulian kami akan melayani seluruh operasional. Mesin kami invest di sini. Jadi pelayanan biaya operator-operasional kami beri pelayanan cuma-cuma," sambungnya.

Nantinya ada satu alat krematorium di TPU Tegal Alur. Satu alat krematorium itu mampu mengkremasi hingga enam jenazah dalam sehari. Krematorium ini dibangun sejak minggu lalu dan ditargetkan pembangunan dapat selesai besok.

"Jadi (hari) Jumat bisa melayani besok kami trial. Sekarang kami siang-malam pasang atap, dibangun permanen," kata Andreas.

Andreas mengatakan, untuk sementara ini krematorium tersebut hanya digunakan untuk mengkremasi jenazah yang terpapar COVID-19. Nantinya krematorium tersebut akan digratiskan untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Iya (gratis). Syaratnya nanti dimintakan surat keterangan meninggal dari RS bagi orang yang mau dikremasi. Kemudian KTP jenazah dan KTP penanggung jawab apabila semua syarat terpenuhi kami melayani," jelasnya.

(yld/yld)