Anies: Positivity Rate DKI Turun Hari ke Hari, Jangan Simpulkan Lewati Puncak

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 12:37 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini tren positivity rate di Jakarta mengalami penurunan dari hari ke hari. Kendati demikian, Anies meminta seluruh pihak tidak menyimpulkan bahwa Ibu Kota telah melewati puncak COVID-19.

Mulanya, Anies memaparkan persentase positivity rate di Jakarta yang menyentuh 43%. Namun, pada 16 Juli, angka itu mulai menurun menjadi 41%.

"Mengenai tren, kalau melihat pandemi, maka lihat nomor satu angka positivity rate, positivity rate kita di Jakarta itu pernah mencapai angka 43% di tanggal 13 Juli lalu tren itu mulai menurun menjadi 41 persen di tanggal 16 Juli," kata Anies di Acara Vaksinasi Kadin Indonesia Bersama TNI Polri yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kadin Indonesia, Minggu (25/7/2021).

Anies mengatakan persentase ini terus menurun kembali pada 18 Juli menjadi 36% dan 21 Juli menjadi 28%. Terbaru, angka positivity rate di Jakarta pada Sabtu (24/7) kemarin angkanya 24%.

"Lalu turun lagi menjadi 36% di tanggal 18 Juli, lalu turun menjadi 28% di tanggal 21 Juli dan hari ini per kemarin, itu angkanya adalah 24%," ujarnya.

Anies mengatakan tren penurunan positivity rate itu dibarengi dengan jumlah testing yang selalu tinggi. Anies mengklaim testing di Jakarta 30 kali dari standar WHO.

"Jadi ada tren positivity rate yang menurun, di sisi lain testing kita di Jakarta itu selalu tinggi yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan. Kita harus 15 kali lebih tinggi daripada standar WHO dan Jakarta sudah di atas itu bahkan beberapa kali kita di atas 30 kali standar WHO," ucapnya.

Anies yakin data penurunan angka positivity rate itu valid. Namun dia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan data yang masih bisa berubah setiap jam.

"Dengan begitu kami cukup yakin atas angka positivity rate itu. Jadi kalau Anda menyaksikan tadi positivity-nya turun artinya memang ada tren turun, apakah ini akan terus kita harus lihat nanti," tutur Anies.

"Jadi menurut saya jangan kita buru-buru menyimpulkan karena ini berbeda dengan aliran lalu lintas yang bisa diprediksi jam-jaman, kalau ini waktunya perlu mingguan," sambungnya.