Darurat COVID, Syarief Hasan: Optimalkan APBN untuk Perkuat Kesehatan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 09:57 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk fokus dalam penanganan pandemi COVID-19 dengan mengalihkan anggaran pembangunan infrastruktur ke bidang kesehatan. Pasalnya, hingga kini pandemi COVID-19 masih terus melonjak dan berbagai persoalan dalam penanganan di bidang kesehatan masih perlu dioptimalkan.

"Kita melihat, banyak rumah sakit yang kekurangan fasilitas ICU hingga kehabisan tabung oksigen bahkan minimnya ketersediaan obat-obatan sehingga Pemerintah perlu melakukan pembenahan dengan mengoptimalkan APBN dalam penguatan bidang kesehatan," ujar Syarief dalam keterangannya, Minggu (25/7/2021).

Syarief mengungkapkan penguatan bidang kesehatan ini penting untuk menyelamatkan nyawa orang banyak. Sehingga pasien yang terjangkit virus Corona bisa dapat perawatan intensif dan terhindar dari kekurangan oksigen dan sebagainya.

"Pembenahan ini perlu dilakukan segera oleh pemerintah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa karena lambannya penanganan pasien dan minimnya fasilitas kesehatan," jelasnya.

"Kami memandang pembangunan infrastruktur dapat dialihkan sementara untuk pembangunan dan pembenahan di bidang kesehatan menghadapi Pandemi COVID-19, sebab itulah yang paling dibutuhkan hari ini," imbuhnya.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Pandemi COVID-19 menyebutkan angka kematian akibat Pandemi COVID-19 bertambah 1.415 orang pada Sabtu (24/7/2021). Total kasus kematian karena Pandemi Covid-19 sejak dilaporkan pertama kali pada Maret 2020 kini telah mencapai 82.013 kasus. Angka positif harian juga bertambah mencapai 45.416 kasus pada Sabtu (24/7/2021) sehingga total kasus positif COVID-19 telah mencapai 3,12 juta kasus.

Syarief menilai kondisi penambahan kasus positif dan kasus kematian akibat COVID-19 seharusnya menjadi alasan untuk mengalihkan anggaran infrastruktur.

"Kita tidak ingin melihat korban jiwa yang berjatuhan terus menerus karena ketidakmampuan kita menangani Pandemi. Kini Indonesia menjadi epicentrum COVID-19 Asia bahkan dunia dengan angka kematian tertinggi. Untuk mengatasinya kita perlu fokuskan perhatian dan anggaran terhadap bidang kesehatan untuk sementara waktu," ungkapnya.

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mengungkapkan Partai Demokrat akan terus mengawal kepentingan masyarakat.

"Sejak awal kami tegaskan bahwa kepentingan yang kami perjuangkan adalah kepentingan masyarakat. Kami melihat, masyarakat hari ini butuh kesehatan dan ekonomi yang prima. Ini yang perlu diperhatikan Pemerintah, dibandingkan hanya melakukan prioritas pembangunan infrastruktur yang belum mendesak hari ini," pungkasnya.

(akd/ega)