Pria Berpistol di Jakbar Minta Maaf soal Insiden dengan Penghuni Apartemen

Nur Aziza - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 19:23 WIB
H Sarmili (tengah) meminta maaf soal insiden bawa pistol di apartemen di Cengkareng, Jakbar, saat jumpa pers di kantor PCNU Jakbar, Cengkareng, Sabtu (24/7/2021).
H Sarmili (tengah) meminta maaf soal insiden bawa pistol di apartemen di Cengkareng, Jakbar. (Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Pria berpistol di Cengkareng, Jakarta Barat, akhirnya buka suara soal insiden dengan penghuni apartemen. Pria bernama H Sarmili itu mengaku khilaf dan meminta maaf kepada masyarakat.

"Saya H Sarmili, SH, (selaku) bendahara, dengan ucapan saya kemarin saya tidak sengaja atau refleks, atau dianggap seperti khilaf. Dan saya secara pribadi ataupun atas nama keluarga minta maaf atas ucapan saya yang viral pada video tersebut," ujar Sarmili dalam konferensi pers di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/7/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, Sarmili menjelaskan dirinya adalah Bendahara Lembaga Penyuluhan Hukum NU Jakbar. Hadir juga dalam konferensi pers, Ketua PCNU Jakarta Barat KH Agus Salim.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Sarmili mengaku khilaf. Sarmili tidak berniat mengintimidasi atau membuat SLU merasa terancam dengan senjata api tersebut.

"Demi Allah, demi Rasulullah, tidak ada niat apa pun. Saya hanya dalam acara itu hanya mempertahankan pembenaran saya," tambahnya.

Duduk Perkara

Sarmili menjelaskan, pada saat kejadian, Kamis (22/7), dirinya sedang bersih-bersih di rumah anak yatim piatu. SLU datang merekam S dan menanyakan hal-hal mengenai yatim-piatu. Karena menanyakan hal-hal di luar permasalahan sebenarnya, yakni perkara parkiran, Sarmili lalu terpancing emosi.

"Pada saat itu kejadian sesungguhnya saya pada saat itu lagi membersihkan batu rumah anak yatim-piatu. Saya divideoiin dari belakang. Saya bilang sama ibu, 'Ibu, jangan videokan kami. Saya punya hak asasi manusia. Kalau Ibu memvideokan kami, ya izin dululah setidaknya sama saya'. Dia lalu berkata, 'Bangun apa? Untuk apa? Anak yatim itu apa, saya nggak kenal anak yatim', maka di situlah saya teperciklah emosi," bebernya.

Soal senjata api yang dibawa oleh Sarmili, ia menegaskan tidak dalam posisi memegang senjata tersebut.

"Di sana saya tidak menggenggam. Saya hanya ngangkat tangan. Jadi mereka melihat dari sisi samping, tidak ada menggenggam, tidak ada memegang senjata itu, bahkan ada salah satu karyawan saya yang menutupi," tuturnya.

Simak penjelasan Ketua PCNU Jakbar di halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Bak Adegan Film, Pria di Kaltim Coba Rampok Bank Pakai Pistol Mainan

[Gambas:Video 20detik]