Demo 'Jokowi End Game' Tak Terbukti, Polisi Pastikan Jakarta Kondusif

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 18:35 WIB
Jakarta -

Demo 'Jokowi End Game' di kawasan Glodok-Istana Negara hari ini tidak terbukti. Polda Metro Jaya memastikan situasi Jakarta kondusif, tidak ada massa yang turun ke jalan.

"Jakarta kondusif, aman kok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Yusri mengatakan tidak ada massa yang turun ke jalan berkaitan munculnya seruan demo 'Jokowi End Game' ini. Situasi di lokasi lain juga dilaporkan aman.

"Tidak ada. Kan kita lihat sendiri Jakarta kondusif hari ini. Nggak ada (demo), aman," ujar Yusri.

Lebih lanjut Yusri meminta masyarakat tidak terpancing informasi hoax perihal seruan demo. Dia kembali mengingatkan perihal kondisi penyebaran virus Corona yang masih tinggi di Jakarta.

"Imbauan saja di tengah situasi seperti ini, masyarakat jangan percaya. Di masa pandemi COVID, sebaiknya di rumah saja. Tidak usah ada kerumunan-kerumunan. Jangan percaya dengan flayer-flayer yang beredar di media sosial, tidak usah ikut-ikutan. Hari ini Jakarta tertinggi lagi (angka penyebaran Corona)," katanya.

Polisi Antisipasi Massa

Seperti diketahui, seruan demo 'Jokowi End Game' dengan tuntutan menolak PPKM memang ramai dalam sehari sebelumnya. Dalam poster itu disebutkan seruan aksi tolak PPKM di kawasan Istana pada hari ini.

Sejumlah persiapan pengamanan telah dilakukan dari kepolisian. Sejak pagi tadi polisi telah melakukan penjagaan di sejumlah titik yang akan dilalui para peserta aksi.

Sebanyak 3.385 personel gabungan TNI-Polri pun telah disiapkan mengamankan demo tersebut. Namun hingga sore ini seruan aksi itu hanya isapan jempol.

Kondisi kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, per pukul 17.50 WIB saat ini terpantau lengang. Kondisi jalan pun masih bisa dilalui oleh para pengendara.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md telah angkat suara perihal seruan demo 'Jokowi End Game'. Dia menyoroti adanya 'kelompok tidak murni' yang selalu memprovokasi menyerang pemerintah.

"Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni, yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi," kata Mahfud Md dalam konferensi pers terkait situasi politik dan keamanan, yang disiarkan kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Sabtu (24/7/2021) siang.

(ygs/mea)