Pria Bermartil Hancurkan Patung Ikon Kecamatan di Polman, Kenapa?

Abdy Febriady - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 18:01 WIB
Patung di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dihancurkan pria bermartil. (Abdy Febriady/detikcom)
Patung di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dihancurkan pria bermartil. (Abdy Febriady/detikcom)

Samiaji juga mengatakan pihak keluarga bersedia bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan pelaku. Kendati demikian, hingga saat ini keberadaan pelaku belum diketahui.

"Tadi malam pelaku sudah ditemukan, tidur di rumah kakaknya, tapi Subuh tadi keluar lagi dan sampai sekarang belum diketahui di mana. Tadi malam, waktu saya panggil keluarga, pihak keluarga bersedia menanggung biaya perbaikan patung," ungkap Samiaji.

Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Wonomulyo, Rizal Wahyudi, berharap pemerintah mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini.

"Pemerintah Kecamatan Wonomulyo harus segera mengambil langkah tegas. Kalau memang pelaku dinyatakan tidak sehat, berarti harus ada bukti dari dokter spesialis yang menyatakan pelaku tidak sehat," tutur Rizal.

Patung di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dihancurkan pria bermartil. (Abdy Febriady/detikcom)Patung di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dihancurkan pria bermartil. (Abdy Febriady/detikcom)

Rizal menyayangkan terjadinya aksi perusakan kedua patung yang menjadi ikon daerah ini.

"Dengan adanya peristiwa perusakan Patung Tani dan Patung Pancasila, saya sangat menyayangkan, karena Patung Tani dan Patung Pancasila menjadi ikon Kecamatan Wonomulyo," tutupnya. Dia juga mendesak pemerintah bersama aparat terkait segera mengamankan pelaku agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Untuk diketahui, Patung Tani dibangun pada 2015, sementara Patung Pancasila diperkirakan dibangun pada 1960.


(dnu/dnu)