Mahfud Ungkap 2 Keresahan Masyarakat Saat Pandemi COVID Tak Menentu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 13:25 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Menko Polhukam Mahfud Md (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut pemerintah terus memperhatikan dan berupaya menangani persoalan akibat COVID-19. Dia mengatakan pemerintah menyadari ketakutan dan keresahan masyarakat akibat COVID-19 yang tidak menentu.

"Pemerintah menyadari dan mencatat adanya semacam ketakutan atau keresahan di tengah-tengah masyarakat berkenaan dengan COVID-19 yang trennya terus tidak menentu," kata Mahfud dalam siaran di kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Sabtu (24/7/2021).

Mahfud mengaku baru saja membahas dalam rapat inti polhukam yang melibatkan sembilan kementerian/lembaga. Dua keresahan yang dimaksudnya ialah persoalan ekonomi dan kesehatan masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Keresahan itu muncul dalam dua bentuk. Satu takut mati karena COVID. Kemudian di seberangnya itu takut mati karena ekonomi," ujar dia.

Mahfud mengatakan pemerintah terus menyerap aspirasi dari masyarakat terkait keresahan tersebut. Aspirasi tersebut lalu diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan dalam penanganan pandemi COVID-19.

Dia mengatakan ketakutan-ketakutan tersebut harus dihadapi dengan kerja sama di antara elemen bangsa. Dia menyebut tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh kampus atau akademisi, tokoh adat, dan pihak lainnya ikut menangani pandemi COVID-19.

Dia mengatakan kondisi serupa dihadapi di negara lain. Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di negara lain pun tidak selalu berjalan mulus.

"Hal yang sama terjadi di berbagai negara, ada misalnya kontroversi dan resistensi pembatasan kegiatan atau aktivitas masyarakat," ucapnya.

Mahfud lalu memaparkan perbedaan resistensi terhadap pembatasan kegiatan sosial di negara berkembang dan negara maju.

"Kalau di negara berkembang, masyarakat itu resisten terhadap pembatasan kegiatan masyarakat karena itu mengganggu jalannya perekonomian. Masyarakat tidak dapat beraktivitas untuk bertahan atau mengembangkan ekonomi," ucapnya.

"Tapi di negara maju, resistensi terhadap pembatasan itu alasannya adalah kehilangan kebebasan atau hilangnya kebebasan dalam masyarakat," imbuh dia.

Dia mengatakan pemerintah berupaya terus menangani COVID-19. Mahfud mengatakan pemerintah mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Dalam menetapkan kebijakan dalam penanggulangan pandemi, pemerintah berpegangan pada substansi UUD kita itu, yaitu menjaga keselamatan rakyat. Karena keselamatan rakyat kita jadikan pedoman sebagai hukum tertinggi," kata dia.

Lihat juga Video: Mahfud Md: Pemerintah Akan Tindak Aksi Demo yang Tak Sesuai Prokes

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/hri)