Muncul Seruan Demo Jokowi, Mahfud Md Minta Aspirasi Tertulis-Via Telepon

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 21:37 WIB
Mahfud Md (Dok. Kemenko Polhukam).
Mahfud Md (Dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menjelaskan pemerintah sudah secara terbuka dan transparan dalam upaya penanganan COVID-19. Namun, dalam praktiknya masih ada pihak yang bertentangan atau memiliki pandangan yang berbeda.

"Pemerintah telah dengan segala daya dan upaya menangani COVID ini secara terbuka, transparan melalui analisis data dan metode ilmiah agar bisa selesai masalah ini. Memang dalam praktiknya, secara ilmiah pun banyak pendapat yang berbeda, ada yang setuju, ada yang bertentangan, ada yang memberi alternatif lain," kata Mahfud, dalam siaran pers di YouTube Kemenko Polhukam RI, Jumat (23/7/2021).

Mahfud lantas menyinggung pihak-pihak yang mendorong agar dilakukannya lockdown. Mahfud mengatakan langkah tersebut akan menimbulkan masalah lain, terutama dari segi ekonomi.

"Bahkan ada dilema yang sangat kita rasakan dalam menangani COVID ini. Pertama, untuk penyembuhan dan penangkalan itu harus diadakan pembatasan kegiatan bagi masyarakat. Kalau istilah ekstrem itu 'lockdown', meskipun kita tidak pakai istilah itu. Itu satu, karena bersama itu lalu kita mengobati dengan memvaksin," ujarnya.

"Tapi ini berhadapan dengan hal lain, kalau itu dilakukan terlalu ketat, maka masalah ekonomi atau kehidupan masyarakat juga menjadi berat bagi masyarakat itu sendiri. Jadi berbuat ini kurang tepat, berbuat ini kurang tepat. Sehingga perlu jalan sebaik-baiknya," lanjut Mahfud.

Mahfud menegaskan pemerintah selalu mengambil keputusan berdasarkan masukan yang ada, meski keputusan itu tidak diterima oleh masyarakat. Namun, menurutnya, pemerintah selalu berupaya mencari jalan terbaik demi menyelamatkan rakyat.

"Pemerintah tentu harus mengambil keputusan dan telah mengambil keputusan di antara berbagai pendapat yang ada itu. Oleh sebab itu, tentu kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah tentu tidak semuanya bisa diterima oleh masyarakat," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut