Round-Up

Urusan Pasutri Gowa Jadi Panjang Gegara Bohong soal Kehamilan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 06:23 WIB
Wanita Dipukul Satpol PP Gowa, Amriana sedang duduk
Foto: Wanita Dipukul Satpol PP Gowa, Amriana sedang duduk (Hermawan-detik)

Pelapor Sebut Pasutri Bikin Provokasi

Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) selaku pelapor Ivan dan Amriana mengungkap alasan melaporkan pasutri itu ke polisi. BMI menuding pasutri itu berbohong soal hamil dan membuat masyarakat terprovokasi.

"Kami dari Brigade Muslim Indonesia (pada) Kamis, 22 Juli 2021, membuat laporan resmi ke Polres Gowa mengenai dugaan penyebaran informasi bohong melalui media sosial secara live dan media online yang diduga dilakukan oleh pasangan pasutri (Ivan dan Amriana), pemilik kafe di Desa Panciro, saat terjadi insiden penganiayaan oleh oknum Satpol PP. Laporan ini didasari oleh beberapa temuan kami," ujar Ketua BMI Sulsel Muhammad Zulkifli S kepada detikcom, Jumat (23/7).

Zulkifli lalu mengungkap beberapa temuannya soal dugaan penyebaran berita bohong yang dilakukan Ivan dan Amriana. BMI melihat rekaman video siaran langsung saat pemukulan sengaja diviralkan oleh Ivan dan Amriana, dan dalam video itu Ivan selaku suami juga membuat narasi bahwa Amriana yang tengah dipukul dalam kondisi hamil.

"Dalam video itu ada penyampaian ke masyarakat bahwa kondisi Ibu Amriana berada dalam keadaan hamil dan mengalami pecah ketuban. Kondisi ini membuat masyarakat semakin terprovokasi sehingga muncullah bully-an, munculnya video yang mengajak duel, munculnya meme yang sifatnya kekerasan secara psikis dan banyak lagi," kata Zulkifli.


(knv/knv)