Round-Up

Urusan Pasutri Gowa Jadi Panjang Gegara Bohong soal Kehamilan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 06:23 WIB
Wanita Dipukul Satpol PP Gowa, Amriana sedang duduk
Foto: Wanita Dipukul Satpol PP Gowa, Amriana sedang duduk (Hermawan-detik)

Mangatas juga mengatakan laporan BMI atas nama Muhammad Zulkifli S tersebut mengadukan pasutri Ivan dan Amriana atas postingan viral keduanya yang di dalamnya ada pengakuan hamil. Zulkifli sebagai pelapor menuding keduanya berbohong soal kehamilan tersebut.

"Benar memang ada dari Brigade Muslim Indonesia mengadukan terkait postingan pemilik kafe, tentang kehamilan," ucap Mangatas.

Tanggapan Pihak Pasutri

Kuasa hukum pasutri korban pemukulan oknum Satpol PP Gowa, Ashari Setiawan, angkat bicara soal kliennya yang dipolisikan ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) karena berbohong soal kehamilan. Ashari menyebut kliennya berbohong karena untuk keselamatan saat dipukul.

"Jadi begini, saya tanggapannya itu dia kan bisa berbohong untuk menyelamatkan istrinya dari penganiayaan Satpol," ujar Ashari saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (23/7).

Ashari awalnya menanggapi bahwa laporan dari Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel merupakan hak pelapor.

"Sekarang kan dia haknya melapor. Melapor orang-orang itu, Brigade Muslim (Indonesia). Nggak ada masalah itu. Cuma kan perlu dilihat pembuktiannya seperti apa," ujar Ashari.

Sebab, kata dia, perbuatan kliennya tersebut semata-mata demi tujuan keselamatan dari ancaman pemukulan. Hal ini seperti diatur dalam Pasal 49 KUHPidana.

"Pasal 49 bisa kita lihat, semua orang baik hartanya bisa diselamatkan semua untuk menyelamatkan jiwanya. Sebenarnya ini kan dalam rumahnya didatangi orang," kata Ashari.

Ashari mengatakan pihaknya akan segera mempelajari terlebih dahulu laporan yang dilayangkan kepada kliennya. Ashari juga menegaskan pihaknya siap menghadapi laporan BMI Sulsel tersebut.

"Jadi kami pelajari dulu, kami siap berhadapan," katanya.