Round-Up

Urusan Pasutri Gowa Jadi Panjang Gegara Bohong soal Kehamilan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 06:23 WIB
Wanita Dipukul Satpol PP Gowa, Amriana sedang duduk
Foto: Wanita Dipukul Satpol PP Gowa, Amriana sedang duduk (Hermawan-detik)
Jakarta -

Urusan pasangan suami istri (pasutri) korban pemukulan eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan makin panjang. Kini pasutri bernama Halim alias Ivan (24) dan Amriana (34) itu dipolisikan gegara bohong soal kehamilan.

Ivan dan Amriana sebelumnya ramai jadi perbincangan di media sosial akibat dipukul Mardani Hamdan saat razia PPKM. Aksi pemukulan itu semakin viral karena Amriana disebut sedang hamil.


Keterangan soal hamil itu juga disampaikan Ivan usai laporan di Polres Gowa. Ivan menegaskan istrinya tengah hamil 9 bulan, bahkan mengalami kontraksi akibat insiden pemukulan.

"Iya, istri saya lagi hamil memang dan saya juga sudah bilang saat oknum petugas itu datang," ujar Ivan saat ditemui di Polres Gowa, Kamis (15/7).

Bantahan dari Pemkab Gowa

Di tengah viralnya kabar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan bahwa Amriana tidak hamil. Hal ini berdasarkan hasil tes plano dan Amriana menolak saat mau dites USG untuk membuktikan kehamilannya.

"Dia (wanita yang dipukul oknum Satpol PP) tidak hamil. Waktu mau dites USG, dia tidak mau. Ini perempuan tidak hamil," kata Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Gowa Arifuddin Zaeni saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (15/7).

Arifuddin juga heran Amriana tidak mau dites USG setelah tes plano tidak menunjukkan adanya gejala kehamilan.

"Hasil tes plano tidak menunjukkan gejala hamil. Ketika mau tes lanjutan USG, yang bersangkutan tidak mau dites USG. Artinya apa?" imbuhnya.

Ivan dan Amriana Dipolisikan

Ivan dan Amriana kemudian dilaporkan balik ke polisi atas tuduhan menyebarkan berita bohong soal kehamilan.

"Iya betul, pengaduan ya, dia melakukan pengaduan," ujar Kasubag Humas Polres AKP Mangatas Tambunan saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (23/7).

Mangatas mengatakan pelaporan ini disampaikan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel pada Kamis (22/7/) sekitar pukul 13.30 Wita.

"Pengaduan tentang berita bohong. Jadi ini kan kita baru terima laporan, nanti kita lihat tindak lanjut Reskrim (Reserse Kriminal) bagaimana," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Tonton juga Video: Mendagri Bicara Kasus Gowa, Minta Petugas Lapangan Tak Emosi

[Gambas:Video 20detik]