Luhut Minta Pasien Corona Isoman Diperhatikan: Yang Dibawa ke RS Sudah Parah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 22:24 WIB
Poster
Luhut (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti penanganan pasien Corona saat isolasi mandiri (isoman). Peristiwa pasien Corona meninggal saat isoman saat ini muncul di berbagai daerah.

"Saya kira penanganan pasien yang isolasi mandiri itu perlu diperhatikan, karena pada umumnya yang dibawa ke rumah sakit itu sudah pada level yang parah," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Hal ini dia sampaikan saat rapat bersama beberapa menteri. Membenarkan pernyataan Menko Luhut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa berdasarkan laporan yang diperolehnya melalui kontak telepon dengan beberapa dokter perawat pasien COVID-19, pasien yang dibawa ke RS sudah dalam kondisi parah.

"Pasien yang tidak tertolong itu umumnya masuk RS sudah terlambat, saturasi oksigennya hanya 70 atau 80," kata Budi.

Padahal, masa inkubasi dan masa sakit penderita COVID-19 varian Delta ini relatif cepat. Terkait hal ini, Menkes Budi mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk melengkapi fasilitas oximeter.

"Jadi kalau saturasinya masih di atas 94 itu masih aman untuk melakukan isoman di rumah dengan catatan tidak bergejala. Tetapi kalau bergejala dan saturasinya di bawah 94 harus segera dirawat di lokasi isoter atau RS yang memiliki fasilitas alkes dan nakes," jelasnya.

Masih terkait dengan isoman, Luhut kembali memerintahkan Panglima TNI mengoordinasikan kegiatan testing dan tracing yang akan dimulai pada pekan depan, Senin (26/7). Kegiatan itu dilakukan di tujuh wilayah aglomerasi se-Jawa dan Bali. Targetnya, minimal pengetesan dan pelacakan dilakukan pada delapan kontak erat per pasien yang dicapai dalam 2 minggu ke depan.

"Kalau bisa, TNI segerakan proses testing, agar kita bisa membawa penderita ketika saturasi masih di atas 80 sehingga mereka masih bisa tertolong," pintanya.

Data Warga Meninggal Saat Isoman

Berdasarkan catatan relawan LaporCovid-19, Provinsi DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak yang mencatatkan angka kematian pasien isolasi mandiri (isoman) dan kematian COVID-19 di luar fasilitas kesehatan. Jakarta Timur menjadi kota terbanyak yang mencatatkan kematian pasien isoman.

"Di sini akhirnya provinsi terbanyak setelah kami temukan ada Provinsi DKI Jakarta, bukan Jawa Barat lagi, terbanyak 1.214," kata analis data LaporCovid-19, Said Fariz Hibban, dalam konferensi pers 'Puncak Gunung Es Kematian COVID-19 di Luar Fasilitas Kesehatan', disiarkan kanal YouTube LaporCovid-19, Kamis (22/7) kemarin.

Dari 1.214 pasien isoman Jakarta yang meninggal di luar rumah sakit, sebanyak 403 pasien yang meninggal di antaranya berasal dari Jakarta Timur. Dengan demikian, Jakarta Timur menjadi kota tertinggi yang mencatatkan angka kematian pasien COVID-19 di luar fasilitas kesehatan.

"Kabupaten terbanyak adalah Klaten dengan 99 (pasien isoman dan di luar rumah sakit)," kata Hibban.

LaporCovid-19 menghimpun angka-angka ini dari kontributor dan laporan warga. Ada pula angka yang disuplai pemerintah daerah. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyampaikan ke LaporCovid-19 ada 1.161. Angka itu kemudian dijumlahkan dengan temuan LaporCovid-19 sendiri.



Simak Video "Keluar untuk Ambil Obat, Warga Isoman Malah Diintimidasi Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(imk/mae)