Said Aqil Heran PKB Kalah dari Gerindra-NasDem: Kurang Greget

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 18:47 WIB
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siradj adalah Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010–2015. File/detikFoto.
Said Aqil Siradj (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj bicara soal pencapaian PKB dalam Pemilu 2019 lalu. Said Aqil mempertanyakan mengapa PKB bisa kalah dengan Partai Gerindra dan Partai NasDem.

Said Aqil bicara pencapaian PKB dalam Pemilu 2019 saat memberikan tausiah peringatan hari lahir PKB yang disiarkan di akun YouTube DPP PKB, Jumat (27/3/2021). Hadir secara virtual Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menaker Ida Fauziyah, dan Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar.

"Mohon maaf, PKB lebih tua dari dua atas ini. Kalau kalah dengan PDI (Perjuangan) panteslah, kalau kalah dengan Golkar masih pantes, lebih tua," kata Said Aqil.

Padahal, secara usia, PKB lebih tua umurnya dibandingkan Partai Gerindra dan Partai NasDem. Said Aqil mengajak seluruh kader PKB agar tak lengah dan tetap semangat.

"Tapi kalau dengan dua partai yang lain, kita lebih tua usianya. Kenapa kita masih dikalahkan oleh dengan dua yang itu, Gerindra dan NasDem? Mari kita pikirkan, barang kali kita lengah, kita merasa tenang-tenang saja, kurang greget, kurang semangat, menyia-nyiakan usia, menyia-nyiakan waktu yang kita lalui," ujarnya.

Hasil Pemilu 2019 memang menetapkan PKB dalam urutan ke lima dengan meraih 58 kursi di DPR RI. Sementara urutan pertama ditempati oleh PDIP, disusul Golkar, Gerindra, lalu NasDem.

"Maka Tuhan bersumpah dengan demi masa, supaya kita betul-betul sadar, waktu ini berjalan cepat, waktu berjalan cepat berlarian dengan aktivitas kita, begitu kita lengah, maka begitulah akibatnya. Begitu juga di NU, NU tidak boleh lengah. Nggak boleh ketinggalan, nggak boleh merasa puas," imbuhnya.

Said Aqil Minta Pengurus NU-PKB Tak Tegang

Selain itu, Said Aqil meminta pengurus NU dan PKB di daerah tak tegang. Hal ini untuk menyongsong tahun politik 2024.

"Demikian saya garis bawahi apa yg disampaikan Cak Imin, NU dan PKB harus semakin menyatu. Ayo kita dandani, kita benahi kalau di beberapa daerah masih terjadi misalkan, misalkan, di beberapa daerah ada pengurus PKB tegang dengan pengurus NU, atau sebaliknya lah pengurus NU tegang dengan pengurus PKB, baik tingkat cabang tingkat wilayah," kata Said Aqil.

"Ayo kita baik perbaiki bersama-sama. Sudah bukan saatnya lagi kita tegang tegangan, kita menghadapi tahun 2024 yang akan menentukan nasib kita juga, kita harus makin solid tidak boleh ada tegang tegangan," tambahnya.

Said Aqil meminta pengurus NU dan PKB saling pengertian dan bergandengan tangan. Diharapkan tahun 2024 memperoleh suara yang diinginkan.

"Minimal ranking ketiga lah, atau ranking kedua, ketiga, kita juga puas itu seandainya mencapai ranking ketiga, tapi syaratnya syaratnya antara NU dan PKB harus dibangun harmonis sejak pengurus ranting, MWC dan PAC, cabang, wilayah dan pusatnya," imbuhnya.

(rfs/imk)