Melihat Lagi Pengakuan Wanita Dipukul Satpol PP Ngaku Hamil, Ternyata Bohong

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 13:15 WIB
Tangkapan layar video viral oknum Satpol PP Gowa memukul ibu hamil 9 bulan (dok. Istimewa).
Tangkapan layar video viral oknum Satpol PP Gowa memukul Ivan dan Amriana (Foto: dok. Istimewa)
Gowa -

Korban pemukulan Mardani Hamdan Satpol PP Gowa, pasangan suami-istri (pasutri) Halim alias Ivan (24) dan Amriana (34) dilaporkan ke polisi karena berbohong soal kehamilan. Ini berawal dari Ivan soal istrinya hamil dan ditambah pengakuan mengejutkan Amriana yang menyebut kehamilannya tidak bisa dibuktikan oleh dokter.

Saat Mardani Satpol PP datang mengamuk dan memukul Amriana di warkopnya di Panciro, Gowa, pada Rabu (14/7), Ivan selaku suami saat itu histeris dan mengatakan istrinya tengah hamil. Pernyataan Ivan itu juga terekam dalam video siaran langsung yang direkam Ivan saat insiden pemukulan.

Tak sampai di situ, setelah melapor ke Polres Gowa, Ivan menegaskan istrinya sedang hamil 9 bulan dan mengalami kontraksi. Istrinya langsung dilarikan ke rumah sakit seusai insiden pemukulan.

"Iya, istri saya lagi hamil memang dan saya juga sudah bilang saat oknum petugas itu datang," ujar Ivan saat ditemui di Polres Gowa, Kamis (15/7).

"Pada saat dipukul, dia kejar Satpol PP, tiba-tiba langsung ada keluar air, cairan. Dia sudah hamil tua mi memang," imbuhnya.

Namun ternyata Amriana disebut menolak kehamilannya dibuktikan secara medis. Dia menegaskan kehamilannya hanya bisa dibuktikan melalui pemeriksaan tukang urut. Dia juga menyebut bukti dirinya hamil dapat dilihat di postingan akun Facebook miliknya.

"Jadi saya kalau ke dokter memang tidak bisa (dibuktikan hamil), tidak dapat, bisa buka semua FB saya, tiap bulan tiap bulan, perut saya bagaimana, bagaimana," kata Amriana.

Amriana lalu menyebut kehamilan yang dialaminya memang agak aneh. "Kadang ini (perut) besar, sebentar agak kempes, sebentar besar, sebentar kempis," tuturnya.

Namun Amriana mengeluarkan pernyataan yang membingungkan saat ditanya di mana dia memeriksakan kehamilannya. Dia sempat menyebut memeriksa di dokter, tapi dengan bingung dia kembali mengatakan bukan di dokter.

"Tidak, tidak, dokter, di itu, apa namanya. Tidak, tidak pernah kusuruh dokter pegang (periksa). Itu apa namanya itu he, itu terakhir di dokter, di tukang urut eh," jawab Amriana saat ditanya dimana memeriksakan kehamilannya.

Dari pernyataannya itu, Amriana lalu diminta mempertegas di mana dia memeriksakan kehamilan. Pengakuan mengejutkan kembali dilontarkan bahwa kehamilannya tidak bisa dibuktikan dengan logika.

"Tidak, masalahnya kan ini pengobatan saya sendiri, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika," tegasnya.

Polres Gowa melalui Satreskrim kini tengah menindaklanjuti laporan Brigade Muslim Indonesia (BMI) soal Ivan dan Amriana yang dituding berbohong.

"Pengaduan tentang berita bohong. Jadi ini kan kita baru terima laporan. Nanti kita lihat tindak lanjut Reskrim (Reserse Kriminal) bagaimana," ujar Kasubag Humas Polres AKP Mangatas Tambunan saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (23/7).

Sementara itu, kuasa hukum Ivan dan Amriana, Ashari Setiawan, menyebut kliennya berbohong karena untuk keselamatan saat dipukul. "Jadi begini, saya tanggapannya itu dia kan bisa berbohong untuk menyelamatkan istrinya dari penganiayaan Satpol," ujar Ashari saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (23/7).

Simak juga video 'Jokowi Soroti Satpol PP Gowa Pukul Pasutri: Memanaskan Suasana':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)