Warga di Bandar Lampung 2 Pekan Cari Vaksin Corona, tapi Stok Kosong

Antara - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 11:31 WIB
Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan meski di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Hingga saat ini sudah lebih dari 42 juta warga Indonesia disuntik vaksin Corona.
Ilustrasi vaksin Corona (Agung Pambudhy/detikcom)
Bandar Lampung -

Sejumlah warga Kota Bandar Lampung, Lampung, mengeluh kesulitan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Stok vaksin Corona di puskesmas-puskesmas yang dijadikan sentra vaksinasi sedang kosong.

"Saya sudah 2 pekan nyari vaksin di puskesmas-puskesmas terdekat, tapi pada kosong. Katanya belum ada distribusi lagi ke mereka," kata salah satu warga Bandar Lampung, Ahmad Juni, seperti dilansir dari Antara, Jumat (23/7//2021).

Dia berharap distribusi vaksin COVID-19 merata. Ahmad menilai seharusnya warga bisa mendapat vaksin Corona dengan mudah hingga dapat menekan penyebaran virus Corona.

"Kalau memang vaksinnya belum datang dari pemerintah pusat, saya pikir ini terlalu lama, padahal warga sudah menunggu untuk dapat vaksinasi. Di puskesmas yang saya datangi saja itu antrean warga yang ingin divaksinasi sudah banyak, bahkan yang dari pekan-pekan lalu juga belum dapat," katanya.

Warga Bandar Lampung lainnya, Robani, juga menceritakan hal serupa. Dia mengatakan pihak puskesmas mengaku kehabisan stok vaksin Corona.

"Kemarin saya mau vaksinasi, tapi memang sedang tidak ada stok di puskesmasnya," kata dia.

Dia mengatakan seharusnya pemerintah daerah bergerak cepat mengejar vaksin Corona. Menurutnya, kasus Corona bakal terus meningkat jika vaksinasi lambat.

"Kasus di Lampung sudah tinggi, maka pemda harus proaktif mempertanyakan ini ke pemerintah pusat, bahkan kasus kematian juga sudah banyak, tapi kenapa vaksin pada kosong dan kita tidak menjadi prioritas," kata dia.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan stok vaksin COVID-19 yang ada saat ini ada tersisa 3.000 dosis. Stok tersebut diperuntukkan bagi anak-anak rentang usia 12-18 tahun. Dia mengatakan pihaknya sudah mengajukan penambahan vaksin kepada pemerintah pusat.

"Kami sudah mengajukan permintaan ke pemerintah pusat agar segera dikirimkan vaksin, tapi mau gimana, kami hanya mengikuti perintah saja," kata dia lagi.

(haf/idh)