Jadi Penguji Mahasiswa Doktor Universitas Pakuan, Ini Pesan Menpora

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 10:25 WIB
Kemenpora
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjadi penguji eksternal di Sidang Terbuka Program Doktor Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat secara virtual, Kamis (22/7). Disertasi yang diujikan berjudul 'Penguatan Iklim Organisasi Kepemimpinan Transformasional, dan Ketahanmalangan dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru' Studi Empirik Menggunakan Analisis Korelasi dan Anlisis Sitorem pada Guru SMP Swasta di Kota Depok.

Selaku penguji, Amali pun mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Ibnu Hasan M.Pd, promovendus. Salah satunya terkait pemilihan judul dan lokasi penelitian disertasi.

"Apa yang saudara promovendus lihat sekarang ini tentang kinerja guru, sampai Anda mau membuat satu penelitian tentang kinerja guru dan tempat penelitiannya adalah SMP (swasta) itu kenapa?," ujar Amali dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Amali juga mempertanyakan alasan peneliti menggunakan istilah ketahanmalangan dan kepemimpinan transformasional dalam judul penelitiannya.

"Anda bisa jelaskan tentang apa yang anda maksud dengan kepemimpinan transformasional dan ketahanmalangan tetapi dikaitkan dengan kinerja guru," tanyanya lagi.

Di samping pertanyaan, Amali juga berpesan agar Ibnu lebih bersabar. Hal ini mengingat dengan bertambahnya gelar yang dimiliki maka tanggung jawabnya pun semakin bertambah.

"Karena sekarang sudah jadi doctor kesabarannya harus ditambah, harus lebih sabar, senang, sebab apapun persoalan kalau kita hadapi dengan emosional dengan tidak sabar maka tentu kita tidak bisa menyelesaikan itu," pesan Amali.

Merespons sejumlah pertanyaan Amali, Ibnu pun mengungkapkan alasannya melakukan penelitian di SMP swasta. Adapun hal ini lantaran dulu dirinya pernah mengajar selama 16 tahun siswa SMP di kampung terpencil, sebelum menjadi pegawai Kemenpora. Sekolah swasta jumlahnya juga sangat besar dan banyak dibanding sekolah negeri, meskipun sumber daya, anggaran dan fasilitasnya terbatas.

"Ini perlu ada upaya sungguh-sungguh agar juga meningkat proses belajar mengajar hasil pendidikan tersebut. Karena sangat mempengaruhi dunia pendidikan karena jumlahnya sangat besar. Tapi masih sangat terbatas dalam banyak faktor baik pendanaan fasilitas. Agak berbeda dengan negeri yang sudah cukup memadai dengan anggaran yang tinggi dari pemerintah," jelasnya.

Soal ketahanmalangan, ia mengatakan kata tersebut memiliki makna kesanggupan seseorang dalam merespon hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas. Ketahanmalangan juga memiliki sejumlah indikator, yakni daya tahan, rasa tanggung dan pencapaian dari visi bersama.

Sementara terkait kepemimpinan transformasional, lanjut Ibnu, hal itu mengacu pada perilaku seorang pemimpin yang harus menginspirasi, mempengaruhi, menggerakkan dan mengembangkan orang lain dalam mencapai visi bersama. Bahkan Ibnu menilai kepemimpinan transformasional telah diterapkan Amali melalui kepemimpinannya yang gigih, sejuk, dan selalu mengarahkan bawahan. Hasilnya, Kemenpora selalu mendapat WTP dalam laporan keuangannya di BPK.

"Di bawah kepemimpinan bapak, semua pihak bahu lembahu, keteladanan akhirnya WTP diberikan kepada kita berturut-turut dua tahun. Karena itu sebuah prestasi besar bahwa sebuah institusi itu dikelola dengan baik, Wajar Tanpa Pengecualian," katanya.

Ibnu pun menjelaskan salah satu faktor keberhasilan organisasi sekolah tidak terlepas dari kualitas kerja guru dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu, penguatan iklim organisasi di sekolah juga penting karena akan menjadikan seseorang menjadi nyaman.

"Proses belajar akan berjalan dengan baik harus juga ditopang oleh kepemimpinan transformasional, pimpinan harus mampu menentukan arah dan masa depan organisasi. Kemudian dilaksanakan secara matang dengan perencanaan, mengaktualisasikan tujuan organisasi dengan mendorong dan memotivasi, dan mempengaruhi individu guru," pungkasnya.

Sebagai informasi, dari hasil penelitian ini, Ibnu Hasan telah melahirkan Jurnal internasional: Strengthening Organizational Climate, Transformational Leadership and Adversity to improve Teacher performance: An Empirical on private High School Teacher in Depok City dan Buku Panduan Penguatan Iklim Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, dan Ketahanmalangan dalam upaya meningkatkan kinerja guru.

Dalam sidang tersebut turut hadir Dewan Penguji lainnya di antaranya Prof. Dr. Thamrin Abdullah, MM. M.Pd dan Dr. Widodo Sunaryo, S. Psi, M. BA sekaligus promotor dan co promotor. Hadir pula dosen penguji lainnya, yakni Rektor Universitas Pakuan Prof. Dr. Bibin Rubini, M.Pd, Dr. Eka Suhardi, M. Si, Dr. Widodo Sunaryo, S. Psi, M. BA, Prof. Dr. H. Thamrin Abdullah, MM, M.Pd dan Prof. Dr. Ing. H. Soewarto Hardhienata.

(akn/ega)