Pakai Duta Perubahan Perilaku, Satgas Klaim 90% Warga Sadar Prokes

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 09:30 WIB
pakai masker
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sejak September 2020 lalu, Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku lewat program Duta Perubahan Perilaku (DPP) membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi mengatakan para duta yang terdiri dari mahasiswa, anggota pramuka, para kader keluarga berencana, dan Satpol PP secara aktif membagikan masker kepada masyarakat. Sekaligus memberikan edukasi akan bahaya COVID-19 serta pentingnya menjalankan protokol kesehatan (prokes).

"Para duta juga mengedukasi masyarakat tentang bahaya COVID-19 dan pentingnya menjalankan protokol 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta mencuci tangan di air mengalir sebagai upaya pencegahan penularan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Menurutnya, kampanye menggunakan masker ini merupakan program utama bahkan sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Hal ini sebagai upaya mengubah perilaku masyarakat agar mau menggunakan masker dan tertib prokes.

Berkat kampanye ini, Sonny menyebut pengetahuan masyarakat tentang 3M sudah semakin meningkat, yakni di atas 90 persen. Meski begitu, dia menilai perilaku kepatuhannya masih naik-turun.

"Pada September-Oktober 2020 lalu kepatuhan naik di atas 90 persen. Lalu turun sejak minggu kedua November 2020 sampai minggu ketiga Januari 2021. Pada Bulan Februari 2021 terus membaik sampai minggu kedua bulan Mei 2021. Lalu turun lagi sampai minggu kedua bulan Juni 2021, dan kini kepatuhan memakai masker naik hingga sekarang," jelasnya.

Adapun tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes bisa dilihat pada dashboard monitoring perubahan perilaku Bersatu Lawan Covid (BLC). Diungkapkan Sonny, selama 15 bulan kampanye menggunakan masker berjalan, terdapat sejumlah hal yang masih menjadi PR. Salah satunya, yaitu menjaga motivasi masyarakat untuk terus mematuhi dan disiplin menjalankan prokes 3M.

"Kampanye penggunaan masker tentu saja akan terus dilakukan mengingat tingkat kepatuhan memakai masker yang masih fluktuatif. Sesuai arahan Presiden, target kepatuhan masyarakat dalam memakai masker harus 100 persen. Maka dari itu, Satgas akan terus mengupayakan kampanye penggunaan masker serta membagikan masker utamanya bagi masyarakat yang kurang mampu," tandasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan data pada database BLC, tercatat ada 6 provinsi dengan tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 80 persen, yakni Papua, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku Utara.

Sementara tempat yang umumnya memiliki tingkat kepatuhan memakai masker yang rendah atau di bawah 60 persen, di antaranya restoran/kedai (15,1%), rumah (12,9 %), tempat olahraga publik/RPTRA (10,6 %), jalanan umum (9 %), dan tempat wisata (8,7 %).

Simak Video: Jokowi: Sekarang Kuncinya Hanya Dua, Percepat Vaksin dan Pakai Masker

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)