Volume Kendaraan di Tol Bali Mandara Turun 30 Persen Saat PPKM Darurat

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 22:11 WIB
Sejumlah gempa mengguncang wilayah barat Pulau Jawa yang getarannya terasa hingga Jakarta. Gempa harusnya bukan hal yang aneh terjadi di Indonesia mengingat wilayah Indonesia masuk dalam cincin api atu ring of fire.
Dengan kondisi tersebut, bagaimana ketahanan infrastruktur RI terhadap gempa? Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jalan tol Bali Mandara yang hampir 100% strukturnya merupakan jalan layang yang membentang di atas laut. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, berani menjamin jalan tol yang dikelolanya tahan terhadap gempa.
Ilustrasi Tol Bali Mandara (Istimewa/Jasamarga Bali Tol)
Denpasar -

Volume kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara turun saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diterapkan dari 3 sampai 20 Juli 2021. Jumlah kendaraan yang melintas hanya mencapai 7.500 per hari.

Jika dibandingkan dengan lalu lintas (lalin) harian rata-rata (LHR) semester I 2021 yang mencapai 10.700 kendaraan per hari, lalin kendaraan di Tol Bali Mandara turun sebesar 30 persen.

"Jalan Tol Bali Mandara sebagian besar penggunanya dari sektor pariwisata. Karena sektor ini paling terdampak oleh COVID-19 jadi Jalan Tol Bali Mandara juga ikut terdampak," kata Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol I Ketut Adiputra Karang dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/7/2021).

"Kami tidak bisa berharap banyak akan ada lonjakan atau kenaikan mobilitas dengan situasi pandemi COVID-19 khususnya di tengah PPKM darurat ini, namun kami berharap pandemi COVID-19 ini segera berakhir," imbuhnya.

Adiputra mengatakan turunnya volume lalulintas di Jalan Tol Bali Mandara berdampak pada turunnya pendapatan. Karena itu, pihaknya berupaya mempertahankan cashflow perusahaan.

Berbagai upaya yang dilakukan berupa efisiensi beban operational expenditure (opex) dengan skala prioritas serta capital expenditure (capex). Kedua hal ini hanya difokuskan untuk pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) Jalan Tol, khususnya terkait layanan operasi jalan tol.

Menurut Adiputra, hal itu dilakukan dengan fokus utama menjaga keberlangsungan layanan operasional dan pemenuhan SPM yang berkaitan dengan keamanan (safety) bagi pengguna jalan tol. Untuk penyerapan capex dan memenuhi SPM, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan pada Juli hingga September 2021.

"Pada bulan Juli ini kami sudah melakukan peremajaan peralatan transaksi tol seperti server, sensor deteksi kendaraan dan peralatan tol lainnya serta pada bulan September 2021 kami akan mulai melakukan kegiatan pemeliharaan jalan tol scrapping, filling, overlay (SFO) yang mana kegiatan ini akan difokuskan di KM 0.00 sampai.denhan KM 1.00 Nusa Dua," terangnya.

Adiputra mengaku mendukung pelaksanaan PPKM darurat Jawa-Bali sehingga penyebaran virus serta pandemi COVID-19 bisa segera berakhir dan roda perekonomian dapat segera membaik. Ia meminta dukungan dari masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan selalu memperhatikan protokol ventilasi, durasi dan jarak (VDJ).

(aud/aud)